1.308 Ton Beras SPHP Digelontorkan Bulog NTB untuk Gerakan Pangan Murah

Ferial Ayu • Dipublikasikan Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:02 WIB
PANGAN MURAH: Warga yang tengah berburu pangan murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jempong Baru, Mataram, Kamis (22/10).
PANGAN MURAH: Warga yang tengah berburu pangan murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Jempong Baru, Mataram, Kamis (22/10).

LombokPost - Distribusi beras Perum Bulog Wilayah NTB telah mencapai 19,96 ribu ton sepanjang 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.308.395 kilogram atau 1.308 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di salurkan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau,” ujar Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Sri Rejeki Lestari, dalam kegiatan GPM di Jempong Baru, Mataram, Kamis (22/10).

Dijelaskannya, Bulog NTB melakukan distribusi 19,96 ribu ton beras didistribusikan melalui sejumlah saluran.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah Indonesia Hari Ini

Mulai dari ritel modern, Rumah Pangan Kita (RPK), kios pasar, gerai pemerintah hingga Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Komitmen kami adalah mendukung penuh seluruh program ketahanan pangan yang dijalankan pemda,” sambungnya.

Menurut Sri, kolaborasi dengan pemerintah daerah terus diperkuat. Sejak Januari hingga Oktober 2026, Bulog NTB telah berpartisipasi dalam sekitar 367 kegiatan GPM di luar kegiatan khusus Hari Pangan Sedunia.

Khusus Hari Pangan Dunia 2026, GPM dilaksanakan serentak di sembilan titik. Untuk itu, Bulog NTB menyiapkan sekitar 20 ton beras, 30 ribu liter minyak goreng, dan dua ton gula pasir.

Baca Juga: 6 Ide Bisnis Minim Modal untuk Milenial yang Tertarik Merintis Usaha, Keuntungannya Menjanjikan

Beras SPHP dijual maksimal Rp 12.500 per kilogram, sedangkan beras medium dibanderol Rp 13.500 per kilogram. Minyakita tersedia dengan harga maksimal Rp 15.700 per liter.

Selain beras, penyaluran gula pasir melalui GPM tercatat 73 ribu kilogram dari total 277 ribu kilogram melalui seluruh saluran distribusi.

“Distribusi Minyakita mencapai 3.271.140 liter,” kata perempuan berhijab ini.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah menambahkan, keterlibatan Bulog, distributor lokal, dan instansi terkait diperlukan untuk memastikan pasokan pangan tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

““Harganya bervariasi. Kita upayakan di bawah HET dan dipastikan lebih murah dibandingkan dengan di pasar,” ujarnya.

Pihaknya berharap perluasan saluran distribusi dan pelaksanaan pasar murah secara berkala. Sehingga dapat menjaga kelancaran pasokan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

Baca Juga: Tips Menyiapkan Biaya Pernikahan Supaya Tidak Overbudget

Editor : Pujo Nugroho
Sumber : Liputan
minyak goreng gerakan pangan murah Beras Bulog NTB SPHP