Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lalu Anugerah Bayu Adi : Punya Kelompok Pemuda Desa yang Solid dan Militan

Fatih Kudus Jaelani • Sabtu, 30 September 2023 | 07:40 WIB

Lalu Anugerah Bayu Adi
Lalu Anugerah Bayu Adi

 

Kiprah Para Mantan Kepala Menuju Parlemen (3-Habis)

 

Seorang mantan kepala desa yang memilih maju menuju parlemen dipastikan memiliki basis masa yang solid di masyarakatnya. Salah satu kelompok yang biasanya memberi dorongan dan paling diandalkan adalah kelompok pemuda desa. Hal itu terjadi pada mantan Kepala Desa Sakra Lalu Anugerah Bayu Adi.

 

Fatih Kudus Jaelani, Mataram

 

Lalu Anugerah Bayu Adi, mantan Kepala Desa Sakra, Kecamatan Sakra dua periode tak bisa menolak dorongan warganya. Jauh sebelum masa jabatannya berakhir, warga Desa Sakra, wabilkhusus pemuda desa Sakra telah diam-diam mendesain poster calon legislatifnya. Poster itu disebar di media sosial. Komentar atas poster itu dipenuhi dukungan dan dorongan dari banyak kalangan.

 

Anugerah memang menjadi salah satu kepala desa yang cukup ikonik di Lombok Timur. Ia dikenal janggo. “Bisa dikatakan saya memiliki masa muda yang suram. Hidup di jalanan. Tapi pengalaman itulah yang menjadi modal saya memimpin desa dan mampu menawarkan keamanan dan kenyamanan bagi warga,” kata Anugerah pada Lombok Post, kemarin (28/9).

 

Di Pilkades periode keduanya, Anugerah mendapat 4.800 suara. Suara itu masih lebih banyak dibanding total suara empat calon lawannya. Suara sebanyak membuktikan jika kiprahnya sebagai pemimpin desa memang diakui warga. Itulah mengapa ia juga tak ragu dan ingin memberikan dampak yang sama untuk lebih banyak warga lainnya di Lombok Timur khususnya wilayah selatan alias daerah pemilihan (Dapil) 2.

 

Caleg DPRD Lombok Timur Dapil 2 dari Partai Gerindra itu menjelaskan jika selama menjadi kepala desa, ia lebih banyak menghabiskan waktu perkampungan warga. Jika mantan Kades Borok Toyang Ahyar Rosidi membagi waktu 30 persen di kantor, 70 persen di lapangan, Anugerah lebih dari itu. “15 persen di kantor, 85 persen di luar. Saya katakan sama Sekdes, kamu punya kantor, saya punya rakyat,” paparnya.

 

Mobilisasinya belusukan ke tengah masyarakat lebih banyak pada malam hari. Karena yang ia janjikan pada masyarakat adalah rasa aman dan nyaman. Kata dia, nyaman saja tidak cukup tanpa aman. Begitu sebaliknya. Setelah dua hal itu tercapai, baru ia mendorong pembangunan, pengembangan sumber daya, dan inovasi.

 

Selain pembangunan infrastruktur desa, ia juga mendukung pembangunan di bidang lainnya seperti ekonomi dan sumber daya manusia. Perpustakaan Desa Sakra pernah persutakaan desa terbaik nasional di masa kepemimpinannya. Inovasinya dalam pengembangan sumber daya salah satunya berupa upaya melestarikan tradisi melalui event budaya bertajuk Festival Bale Langgak. Saat ini festival itu sudah masuk ke dalam kalender event pariwisata.

 

 Lelaki kelahiran 29 Agustus 1976 itu mengaku ingin melihat dampak atas apa yang telah dilakukannya di desa dirasakan oleh masyarakat yang lebih banyak. Modal sosial dan pengalaman telah ia miliki. Tinggal memastikan modal lainnya. Modal itu sayangnya membutuhkan biaya. Biaya politik.

 

Biaya itu tidak sedikit. Kata Anugerah, untuk membayar saksi saja ia membutuhkan ratusan juta rupiah. “Belum yang lain. Tapi ini ikhtiar. Saya ingin melihat kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat di selatan lebih baik lagi,” tuturnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Redaksi Lombok Post
#Desa Sakra #Lalu Anugerah Bayu Adi #Pileg 2024