Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perjalanan Panjang Rizky Ridho Sampai ke Titik Kebintangan Sekarang

nur cahaya • Jumat, 22 November 2024 | 18:51 WIB

 

BEK ANDALAN: Rizky Ridho, bek Persebaya saat menunjukkan kemampuannya di lapangan, beberapa waktu lalu. Angger Bondan/Jawa Pos
BEK ANDALAN: Rizky Ridho, bek Persebaya saat menunjukkan kemampuannya di lapangan, beberapa waktu lalu. Angger Bondan/Jawa Pos

Bakat besar Rizky Ridho bersanding dengan jiwa kepemimpinan membuatnya selalu dipercaya menjadi kapten sejak di SSB. Sangat pantas bermain di luar negeri, tapi sahabat dan eks pelatih mengingatkan agar memilih klub yang bisa memberi dia menit bermain.

BAGUS PUTRA PAMUNGKAS, Surabaya

EMPAT tahun lalu, Rizky Ridho masih mengetuk banyak pintu di Surabaya untuk mengantarkan ayam potong. Dalam sehari pernah sampai 25 ekor yang dia antar ke berbagai alamat di ibu kota Jawa Timur tersebut.

”Lumayan capek sih, tapi nggak masalah,” kata Ridho kepada Jawa Pos pada 17 Mei 2020.

Pandemi Covid-19 menghantam dan kompetisi harus dihentikan ketika itu. Untuk mengisi kekosongan, pemain berposisi bek tengah tersebut membantu usaha ayam potong kakak sepupunya, Abdul Yusuf Faisal.

Tugasnya mempromosikan ayam potong di akun Instagram-nya yang kala itu masih memiliki sekitar 36 ribu follower. ”Kalau ada orderan, Ridho sendiri yang mengirim ke pelanggan,” tutur Suyoto, ayah bek Persija Jakarta tersebut, saat dihubungi Jawa Pos, Rabu (20/11).

Kini, empat tahun berselang, Ridho berada di titik yang mungkin diimpikan banyak koleganya: kapten di salah satu klub terbesar di tanah air dan pilihan reguler di tim nasional (timnas). Kemenangan 2-0 skuad Garuda atas Arab Saudi dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (19/11) malam adalah testimoni terbaru kematangannya sebagai bek.

Titik tinggi yang diraih lewat perjalanan panjang penuh kegigihan dan komitmen. Dan, di usia yang baru 23 tahun tepat di hari ini, masih bisa lebih tinggi pula yang bisa diraih jebolan El Faza, klub internal Persebaya Surabaya, tersebut.

Jiwa Kepemimpinan

Ridho natural born leader. Suyoto mengenang bagaimana sang anak selalu dipercaya menjadi kapten sejak masih di sekolah sepak bola (SSB).

Anak kedua dari tiga bersaudara itu mulai meniti jalan sepak bola di SSB Simo Putra, Surabaya, ketika usianya masih 9 tahun. Tiga tahun berselang, dia bergabung dengan El Faza.

Di klub tersebut, baik di tim U-15, U-17, maupun U-20, ban kapten tak pernah lepas dari lengannya.  Sebagai sesama bek, Mat Halil, mantan penggawa Persebaya sekaligus pemilik El Faza, menyebut Ridho sudah menunjukkan bakat besar di lini pertahanan sedari belia.

”Reading the game-nya sangat bagus. Cara intersep, delay bola, dan membagi bola juga sangat bagus. Bola atas pun selalu unggul,” katanya.

Kemampuan itu, lanjut Halil, didukung dengan banyak faktor eksternal. Kepemimpinan salah satunya. ”Attitude-nya juga sangat baik di lapangan maupun luar lapangan,” ujar Halil.

Dan, itu tak berubah sampai di titik kebintangannya sekarang. ”Biasanya, ada pemain yang secara performa bagus, tapi attitude-nya kurang. Ridho ini berbeda, sangat sopan, sangat disiplin, dan tidak pernah telat latihan,” bebernya.

Dari El Faza, Ridho sempat membela Persikoba Batu di Piala Soeratin 2018. Dia harus pergi pulang dari Surabaya–Batu naik bus umum. Dengan uang saku hanya Rp 100 ribu per pekan, dia harus menomboki biaya perjalanan.

Tapi, itu tak menggoyahkannya. Buahnya pun dia petik: ditawari salah satu pelatih Persikoba seleksi ke Persebaya U-19.

Setahun berselang, Ridho sudah membela Persebaya U-19 dan langsung membawa tim tersebut juara Elite Pro Academy (EPA) U-20. Kapten tim tersebut sebenarnya Rifky ”Jepang” Afryan.

”Tapi, di lapangan, Ridho yang paling bagus komunikasinya dengan rekan satu tim. Dia selalu ngomong ke teman-teman apa saja kekurangan saat di lapangan dan bagaimana membenahinya,” ungkap Dwiki Mardiyanto, salah seorang rekan setim Ridho di Persebaya U-19.

Di balik ketenangannya, Ridho ternyata juga tengil. Pernah suatu ketika kaki Dwiki dia tendang dari belakang. Tapi, seusai menendang, pemain bertinggi 183 cm itu malah tertawa ngakak.

”Usilnya itu random. Tapi, itu yang malah bikin cepat akrab dengan rekan satu tim,” tambah Dwiki yang kini membela Deltras FC.

Koko Ari Araya, bestie Ridho, membenarkan. ”Wajahnya memang kelihatan seperti orang pendiam. Tapi, aslinya dia itu bawel,” kata pemain yang kini memperkuat Madura United tersebut.

Pintu Terbuka 

Banyak sosok yang berperan dalam karir Ridho. Aji Santoso termasuk yang paling sentral.

Aji-lah yang membawa kapten skuad perebut emas SEA Games 2023 tersebut ke tim utama Persebaya yang ketika itu ditanganinya. ”Kali pertama saya melihat Ridho berlatih, saya tahu dia pemain berbakat yang belum terasah dengan baik,” beber Aji.

Debut Ridho bersama skuad senior Green Force terjadi pada 10 Februari 2020 dalam laga Piala Gubernur Jatim 2020 melawan Persik Kediri. Banyak alasan mengapa Aji berani memberikan kepercayaan tersebut kepada seorang pemain 19 tahun.

Tak cuma kemampuan teknis, tapi juga aspek nonteknis. ”Jiwa kepemimpinannya menonjol. Ridho itu paket komplet untuk menjadi pemain besar,” kata pelatih 54 tahun tersebut.

Dari pintu yang dibuka Aji itu terbuka pintu-pintu selanjutnya. Mulai timnas kelompok umur sampai timnas senior.

Koko ingat betul ketika Ridho kali pertama mendapat panggilan timnas senior pada Mei 2021. ”Dia bilang ke saya, Bro, aku iki yok opo? Iso ta main gawe timnas senior? (Bro, aku ini gimana? Bisakah main untuk timnas senior?). Tapi, saya terus menyemangatinya,” kata Koko.

Dengan apa yang ditunjukkannya sekarang, Koko maupun Aji menyebut Ridho sangat pantas menjajal kemampuan di liga luar negeri. Tapi, pesan mereka sama: pilih klub yang bisa memberi dia menit bermain.

Ridho pasti sangat mempertimbangkan saran sahabat dan mantan pelatihnya itu. Perjalanan kariernya menunjukkan dia terlatih untuk telaten menapaki jalan. ”Percaya proses,” katanya di akun Instagram timnas Indonesia setelah melawan Arab Saudi. (*/c19/ttg/JPG/r5)

 

Editor : Rury Anjas Andita
#Indonesia #ridho #sepak bola #timnas #Klub #surabaya #bakat #kapten