Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gabungkan Pembelajaran Tradisional-Teknologi Diminta Buat Banyak Prototipe, Tim MILBoard dari UI Jadi Juara UNESCO Youth Hackathon 2024

nur cahaya • Rabu, 1 Januari 2025 | 06:00 WIB
Tim MILBoard Universitas Indonesia membuat inovasi board game untuk literasi media informasi.
Tim MILBoard Universitas Indonesia membuat inovasi board game untuk literasi media informasi.

 

Persoalan literasi media informasi di tengah gempuran perkembangan teknologi masih menjadi tantangan. Sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menghadirkan metode berupa permainan papan (board game) mirip ular tangga. Inovasi itu berhasil menjadi juara dalam ajang UNESCO Youth Hackathon 2024 di Amman, Yordania.

HILMI SETIAWAN, Depok 

MUHAMMAD Rafi Aurelian Rizkiyansyah, mahasiswa FISIP UI 2022, mempunyai kebiasaan yang unik. Yaitu, berselancar di media sosial (medsos) untuk mencari informasi perlombaan. Sampai akhirnya pada Agustus lalu, dia menemukan yang menarik.

Apalagi, penyelenggaranya bukan lembaga kaleng-kaleng. Nama lombanya adalah UNESCO Youth Hackathon 2024. ’’Saya langsung memastikan informasi lomba tersebut di website resmi UNESCO,’’ kata Rafi saat diwawancarai Rabu (25/12) lalu.

Sesuai ketentuan perlombaan, dia langsung membentuk tim berisi enam orang. Lima personel adalah Salma Noorfitria Ningrum (FIA 2022) sebagai substance lead, Sobarisar Al Fariz Nasution (FEB 2022) menjadi business and marketing, dan Dien Fitriani Azzahra (Fasilkom 2022).

Kemudian, Dwiki Ahmad Megananta (Fasilkom 2022) dan Muhammad Faishal Adly Nelwan (Fasilkom 2022) sebagai application developer. Sementara, Rafi menduduki project manager.

Mereka akhirnya tergabung dalam MILBoard. Singkatan dari Media Information Literacy Board. ’’Sejak Agustus, tim langsung bekerja membuat inovasi. Batasnya sampai September awal,’’ tutur Rafi.

Ketentuan perlombaan tersebut, inovasi untuk penguatan literasi media informasi tidak sebatas proposal. Tetapi, harus sampai pada purwarupa atau prototipe.

Dalam kesempatan yang sama, Salma menambahkan, inovasi yang mereka buat itu benar-benar baru. Menyesuaikan tugas atau tema lomba dari UNESCO. Dia memilih permainan papan (board game) karena bisa dijadikan sebagai kit education di sekolah-sekolah. Kemudian juga dilengkapi aplikasi untuk menjalankan permainannya.

’’Sasaran kami adalah anak-anak di daerah pedesaan,’’ katanya.

Lewat MILBoard tersebut, lanjut Salma, mereka ingin anak-anak di daerah pedesaan atau kawasan pinggiran bisa tetap belajar mengenai literasi media informasi supaya bisa menjadi benteng untuk hidup di tengah derasnya arus informasi seperti sekarang.

Lewat aktivitas permainan papan itu, peserta diajak untuk saling kerja sama. Kemudian, tetap dipadukan dengan pemanfaatan teknologi. MILBoard bisa dimainkan lima atau enam orang. Rentang usia pemainnya mulai SD sampai SMA sederajat.

Salma mengatakan, sejatinya permainan papan yang dihadirkan adalah perpaduan antara ular tangga dan monopoli. Mereka menyediakan beberapa lembar kartu yang berisi pertanyaan tentang literasi media informasi. ’’Contohnya, ada pertanyaan berupa gambar koran,’’ katanya.

Dari gambar tersebut, pemain diminta untuk menjelaskan fungsi media koran dan informasi apa saja yang bisa didapat dari koran. ’’Kita sebut kartu-kartu itu sebagai kartu tantangan,’’ tambahnya.

Mereka ingin membuat para pemain MILBoard memiliki pemikiran kritis terhadap informasi yang bertebaran di tengah masyarakat. Termasuk kemampuan bagaimana menyaring informasi yang diterima. Dengan begitu, mereka bisa membedakan mana informasi yang benar serta mana yang hoaks.

Permainan itu menggabungkan konsep permainan tradisional seperti ular tangga dengan elemen interaktif seperti kartu tantangan dan QR code. Salma mengatakan, aplikasi seluler yang mendampingi permainan memungkinkan pengguna melanjutkan pembelajaran melalui mini-game dan latihan interaktif sehingga meningkatkan pengalaman belajar yang relevan dan menarik.

’’Dengan menggabungkan pembelajaran tradisional dan teknologi, kami ingin menjangkau anak muda di seluruh pelosok Indonesia, baik di kota besar maupun daerah terpencil,” imbuhnya.

Berkat inovasi itu, tim MILBoard diumumkan sebagai juara UNESCO Youth Hackathon 2024. Penyelenggara menetapkan empat tim sebagai pemenang. Total yang didaftarkan pada perlombaan itu tercatat 203 proyek dari 68 negara. Penyerahan piagam penghargaan dilaksanakan pada ajang UNESCO Global MIL Week Feature Conference 2024 di Amman, Yordania, pada akhir Oktober lalu.

UNESCO selaku penyelenggara hanya memberikan kesempatan kepada dua orang untuk hadir di Amman. Salah seorang yang hadir adalah Rafi.

Rafi mengatakan, pada forum tersebut, tidak ada sesi khusus untuk menerima masukan atau pendapat dari juri atau peserta konferensi lainnya. Para juara hanya diberi kesempatan memaparkan inovasi masing-masing.

’’Sempat ada yang minta prototipenya dibuat lebih banyak lagi,’’ ujar Rafi. Saat itu tim MILBoard hanya membuat satu set prototipe. (*/c7/dio/JPG/r5)

Editor : Rury Anjas Andita
#literasi #Indonesia #universitas #metode #unesco #teknologi #informasi #board game #Media #tantangan