LombokPost - Robin Lee Graham adalah remaja asal California yang mengukir sejarah. Di usia 16 tahun, ia memutuskan untuk keliling dunia naik kapal layar Dove seorang diri.
Keputusannya itu mengejutkan dunia pelayaran. Tapi Robin tidak benar-benar sendiri.
Ia ditemani satu makhluk kecil yang jadi sahabat setia: seekor kucing peliharaan berwarna abu-abu yang ia beri nama Kia.
Petualangan dimulai pada 27 Juli 1965, saat Robin meninggalkan pelabuhan San Pedro, California, dengan kapal layar Dove sepanjang 24 kaki.
Dengan hanya bermodal semangat dan tekad baja, Robin Lee Graham dan kucingnya berlayar menjelajahi samudra.
Selama hampir lima tahun, mereka menghadapi badai, kerusakan kapal, panas ekstrem, dan terutama: kesepian.
Kia, sang kucing pelaut, bukan sekadar hewan peliharaan. Di tengah luasnya laut dan sunyinya malam, kucing inilah yang menjadi penenang Robin.
Saat badai menerjang, Kia bersembunyi di dalam kabin, menatap Robin dengan tenang, seakan tahu tuannya sedang melawan ketakutan.
Kedekatan mereka begitu erat, bahkan Robin menyebut Kia sebagai bagian dari jiwanya dalam buku memoarnya, Dove.
Perjalanan penuh tantangan itu berubah arah ketika Robin singgah di Fiji dan bertemu Patti Ratterree, seorang perempuan muda asal Amerika yang tengah berlibur.
Cinta tumbuh di antara ombak dan layar. Mereka melanjutkan pelayaran bersama, menikah di Afrika Selatan, dan menyelesaikan pelayaran keliling dunia secara berdua.
Pada 1970, Robin Lee Graham kembali ke Amerika, menjadi pelaut termuda di dunia yang berhasil keliling dunia secara solo dengan kapal layar.
Namanya tercatat dalam sejarah, dan kisahnya dibagikan melalui artikel di National Geographic dan buku laris Dove, yang kemudian diangkat ke layar lebar.
Setelah semua pencapaian itu, Robin dan Patti memutuskan hidup tenang di pegunungan Montana.
Mereka membangun rumah, membesarkan anak, dan menekuni hobi pertukangan.
Kia, si kucing setia, juga kembali bersama mereka, dan hidup damai di rumah baru itu sampai wafat dua tahun kemudian.
Robin menanamnya di dekat pohon favorit mereka di halaman belakang, sebagai simbol kesetiaan dan persahabatan yang tak lekang waktu.
Kisah Robin Lee Graham bukan sekadar cerita keliling dunia.
Ini adalah kisah tentang mimpi besar, keberanian muda, cinta sejati, dan seekor kucing kecil yang menjadi sahabat di tengah samudra. (***)
Editor : Alfian Yusni