Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cerita Komunitas Giligear Cycling Team Lombok yang Menebar Semangat Hidup Sehat Lewat Olahraga Sepeda

Umar Wirahadi • Sabtu, 8 November 2025 | 10:34 WIB
Muhammad Farid Ghozaly (kiri) bersama anggota komunitas Giligear Cycling Team Lombok saat long run dari Mataram menuju Pantai Pink, Lombok Timur pada Oktober lalu.
Muhammad Farid Ghozaly (kiri) bersama anggota komunitas Giligear Cycling Team Lombok saat long run dari Mataram menuju Pantai Pink, Lombok Timur pada Oktober lalu.

Hampir seluruh penjuru Pulau Lombok sudah dijelajahi.

Mulai dari rute tanjakan seperti Sembalun, hingga rute pesisir seperti Kuta, Mekaki Hill, dan Pantai Pink.

Giligear Cycling Team Lombok ingin menularkan gaya hidup sehat melalui olahraga sepeda. 

Pukul 06.00 Wita, jalanan masih gelap saat puluhan orang berkumpul di depan Lapangan Malomba, Jalan Yos Sudarso, Kota Mataram, Minggu lalu (2/11).

Mereka menggowes road bike dengan mengenakan jersey lengkap. Mulai dari helm, sarung tangan, hingga kaca mata.

Setelah semua berkumpul, mereka merunduk sejenak merapalkan doa agar semua lancar dan selamat di perjalanan. Gowes pun dimulai. "Ayo kita start. Go!!!," kata Muhammad Farid Ghozaly memberi instruksi.

Iring-iringan penggowes pun meluncur dengan rapi. Dengan formasi side by side. Yaitu posisi dua-dua membentuk barisan ke belakang. Selain rapi, para cyclist bisa lebih tenang mengayuh.

Dengan posisi ini para penggowes juga bisa saling berkomunikasi dengan mudah dan bisa mengatur rombongan.

"Kalau rapi di jalan lebih enak dilihat orang. Dan lebih aman bagi pengendara pemakai jalan yang lain juga," ujar Ghozy, sapaan karibnya. 

Gowes pada Minggu lalu menempuh rute Mataram-Sekotong-Mandalika lalu balik lagi ke Mataram. Jarak tempuh pulang pergi kurang lebih 120 kilometer.

"Karena ini bukan balapan dan kompetisi, kami nggak ngotot harus capai target kecepatan tertentu. Ya gowes santai saja," tutur Ghozy. 

Dengan begitu para cyclist sangat menikmati setiap panorama di perjalanan. Apalagi saat melintasi jalanan tepi lantai di wilayah Sekotong hingga Mandalika. Di sana mereka terus gowes sambil menikmati indahnya pemandangan pantai selatan. 

"Jadi berhenti ya sesukanya. Kalau sudah ada yang kecapekan ya istirahat," ujarnya.

Itu merupakan potret keseruan para penggowes yang tergabung dalam komunitas Giligear Cycling Team Lombok.

Mereka adalah komunitas penggila olahraga sepeda yang didirikan sejak 17 Maret 2018. Hingga saat ini, jumlah pesertanya terus bertambah hingga 100 anggota.

Menariknya, anggota komunitas tidak hanya dari NTB, tapi juga tersebar di beberapa kota di Malang dan Surabaya. "Kalau mau ada event gowes skala besar kita kumpul," tutur Ghozy. 

Muhammad Farid Ghozaly (kanan) bersama anggota komunitas Giligear Cycling Team Lombok saat long run dari Mataram menuju Pantai Pink, Lombok Timur pada Oktober lalu.
Muhammad Farid Ghozaly (kanan) bersama anggota komunitas Giligear Cycling Team Lombok saat long run dari Mataram menuju Pantai Pink, Lombok Timur pada Oktober lalu.

Anggotanya juga berasal dari beragam kalangan profesi. Mulai dari pengusaha, anggota TNI/Polri, ASN, maupun dari unsur profesional. Giligear memang memiliki prinsip keterbukaan dan menjunjung tinggi persaudaraan dengan seluruh kalangan.

"Kami rutin menerima anggota baru. Semangatnya untuk menebar gaya hidup sehat dengan gowes ini," ucap pria yang menjabat Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) NTB periode 2020-2025 itu.

Giligear Cycling Team Lombok rutin menggelar gowes secara konsisten bagi anggotanya. Sepekan sekali, tepatnya hari Minggu, anggota komunitas melakukan long run. Biasanya jarak tempuh pulang pergi lebih dari 100 kilometer.

Pada awal Oktober lalu, mereka menggelar long run dari Kota Mataram menuju Pantai Pink di Lombok Timur. Jarak tempuhnya 160 kilometer.

Dalam event ini pihaknya menyiapkan mobil yang mengawal dari belakang. Ini sebagai antisipasi jika ada peserta yang merasa kelelahan dan tidak sanggup lagi meneruskan perjalannya.

Ternyata benar, saat long run ke Pantai Pink banyak yang kelelahan karena jarak tempuh dan kondisi medan yang cukup sulit. "Ya sudah, waktu balik ke Mataram mereka langsung dibawa dengan kendaraan," tutur pria kelahiran 24 Agustus 1979 itu.

Baca Juga: Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara Jilid ke-10 Sasar Wisata Gili Air

Menariknya, selain gowes setiap pekan, anggota Giligear Cycling Team Lombok juga menjaga konsistensi dengan selalu latihan setiap hari. Biasanya digelar mulai pukul 16.00 Wita.

Setiap sore mereka kumpul di depan Lapangan Malomba untuk menjajal rute yang lebih pendek. Biasanya, rute favorit yang dilintasi adalah Mataram-Batujai via by pass dengan jarak 55 kilometer. 

Rute lainnya adalah Mataram menuju Senggigi. Rute berikutnya, Mataram-Pemenang melalui jalur Pusuk tembus ke Pantai Malaka menuju Senggigi. Jaraknya kurang lebih 60 kilometer. "Bisa dibilang ini rute harian kami," sambungnya. 

Untuk menjaga konsistensi, mereka memiliki grup WhatsApp. Di situ sesama anggota saling memotivasi untuk sama-sama aktif gowes.

"Ayo kita gowes demi kesehatan. Biasanya kalau nggak sibuk dengan pekerjaan selalu keluar untuk gowes. Tapi kalau masih repot ya tidak kami paksakan," jelas ayah dua anak itu. 

Memang, pendirian Giligear Cycling Team Lombok bukan bertujuan sebagai ajang pembinaan atlet. Tapi tujuannya untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi kesehatan. Sehingga tidak sedikit anggota komunitas yang dulu sering sakit-sakitan sekarang menjadi lebih sehat mesti tidak lagi muda.

"Selain menjaga kesehatan, kami juga bertujuan untuk menambah relasi dan mempererat silaturahmi. Karena kan anggota berasal dari lintas profesi," ungkap Ghozy.

Di usia komunitas Giligear Cycling Team Lombok yang sudah 7 tahun, anggota sudah menjelajahi hampir seluruh penjuru Lombok. Mulai dari rute tanjakan seperti Sembalun, hingga rute pesisir seperti Kuta, Mekaki Hill, dan Pantai Pink.

Mereka juga telah menyelesaikan rute ikonik Lombok Loop 400 kilometer dan Lombok Half Loop 200 kilometer. "Di luar pulau, kami pernah gowes ke Kintamani dan Nusa Dua di Bali, serta Bromo Climb di Pasuruan," cetusnya bangga.

Tahun ini, Giligear Cycling Team Lombok sedang menyiapkan kembali event Lombok Loop 400 km. Gowes dengan rute mengelilingi Pulau Lombok ini akan digelar pada 27 Desember. Ini bagian dari partisipasi merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB ke-67 pada Desember 2025 mendatang.

"Target kami event ini bisa diikuti 200 peserta dari dalam dan luar daerah," pungkas suami Yasmin Farid Amir itu. (*)

 

 

 

Editor : Kimda Farida
#Pantai Pink #olahraga sepeda #Mandalika #Pulau Lombok #gowes