Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Istri dan Anak Antar Ketiga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon ke Peristirahatan Terakhir, Almarhum Prajurit Tangguh dan Teladan

Redaksi • Senin, 6 April 2026 | 09:31 WIB
PAHLAWAN BANGSA: Fafa, istri Kopda Anm Farizal Romadhon di kuburan suaminya. (JAWA POS)
PAHLAWAN BANGSA: Fafa, istri Kopda Anm Farizal Romadhon di kuburan suaminya. (JAWA POS)

LombokPost - Kedukaan dan penghormatan menyatu di pemakaman ketiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon. Ketiganya bergelimang tanda jasa dan mendapat kenaikan pangkat secara anumerta.

SEKITAR setengah jam setelah ditenangkan, Fafa Nur Azila, mendekat lagi ke pusara sang suami Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon. Ia duduk dan mencium foto pria yang telah memberinya seorang putri berusia dua tahun itu.

Sebelumnya, Fafa diberi kesempatan pertama untuk menaburkan bunga. Radar Jogja Grup Jawa Pos melansir, tangis sempat tertahan, sebelum kemudian pecah saat tangan lemah perempuan 25 tahun itu menaburkan bunga di liang lahat sang suami yang gugur di Lebanon sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) itu. Kesempatan penaburan bunga juga diberikan kepada orang tua dan keluarga.

Baca Juga: “Perang Internal” di Departemen Perang AS: Tiga Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dipulangkan

Keharuan semakin menyeruak saat Shanaya Almahyra Elshanu, putri Farizal dan Fafa yang digendong sang kakek ikut menaburkan bunga.

Sang kakek, ayah Farizal, tampak memandu cucunya menaburkan bunga ke liang lahat sang ayah yang bertugas di lingkungan Kodam I Iskandar Muda tersebut.

“Almarhum gugur mengemban misi perdamaian. Almarhum mendapat kenaikan pangkat menjadi Kopda Anumerta,” kata Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.

Baca Juga: RI Butuh Penyelidikan Bukan Alasan Israel, Israel Bantah Tudingan sebagai Dalang Penyerangan Atas Gugurnya TNI Indonesia di Lebanon

Prajurit Tangguh

Di pemakaman Mayor Infanteri (Anm) Zulmi Aditya Iskandar di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Panglima TNI Agus Subiyanto yang bertindak sebagai inspektur upacara menyebut, almarhum salah satu prajurit terbaik yang dimiliki TNI, khususnya di satuan elite Kopassus.

Almarhum meninggal bersamaan dengan Sertu Muhammad Nur Ichwan saat kendaraan dinas yang mereka naiki meledak di Lebanon Selatan. Agus, seperti dilansir Radar Bandung, menilai, sosok personel UNIFIL itu bukan hanya prajurit tangguh, tetapi juga teladan dalam setiap penugasan yang diemban selama berdinas.

Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Tugas Perdamaian di Lebanon, Pemerintah Kecam Keras Serangan Israel

“Sepanjang karier militer, almarhum kerap menerima penghargaan dari satuan. Dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan membuatnya dipercaya menjalankan berbagai tugas penting, termasuk misi internasional,” ujar Agus.

Istri almarhum tampak tegar meski tak mampu menahan air mata. Sementara itu, anaknya terlihat larut dalam kesedihan saat mengantar kepergian sang ayah untuk terakhir kalinya.

Penerima Tanda Jasa

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II, Magelang. Almarhum diketahui bertugas sebagai bintara kesehatan di Kodam IX/Udayana.

Selama pengabdiannya, ia menerima sejumlah tanda jasa, termasuk enam penghargaan resmi. Dua di antaranya adalah United Nations Medal dan Tanda Kehormatan Veteran Perdamaian Republik Indonesia.

Dalam amanatnya, Tandyo menyampaikan penghormatan negara atas pengabdian almarhum. “Saya Wakil Panglima TNI, atas nama negara dan TNI, dengan ini mempersembahkan ke Persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan yang telah meninggal demi kepentingan keluhuran negara dan bangsa,” ucapnya, seperti dikutip dari Radar Jogja Grup Jawa Pos.

Prosesi pemakaman berakhir sekitar pukul 09.30, ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada istri almarhum Hana Dita Anjani. Setelah itu, keluarga, veteran, serta warga mendekat ke pusara dan memanjatkan doa. (ANOM BAGASKORO, Kulon Progo–DIWAN SAPTA NURMAWAN, Bandung–NAILA NIHAYAH, Magelang/*/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#perdamaian PBB #gugur #prajurit #taman makam pahlawan #TNI