Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Santri Trensains Tebuireng Asal Mataram Tampil di Forum Internasional AWMUN Korea Selatan, Suarakan Isu HAM

Alfian Yusni • Sabtu, 18 April 2026 | 11:57 WIB
Azra Aqila Yusni, santri Trensains Tebuireng asal Mataram yang berhasil tampil dalam forum internasional AWMUN Korea Selatan dan menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM).
Azra Aqila Yusni, santri Trensains Tebuireng asal Mataram yang berhasil tampil dalam forum internasional AWMUN Korea Selatan dan menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM).

lombokpost - Di tengah ruang konferensi internasional yang dipenuhi delegasi dari berbagai negara, seorang remaja putri berdiri dengan penuh percaya diri. Suaranya lantang, argumentasinya runtut, dan tatapannya mencerminkan keyakinan.

Dialah Azra Aqila Yusni, santri Trensains Tebuireng asal Mataram yang berhasil tampil dalam forum internasional AWMUN Korea Selatan dan menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM).

Kehadiran santri Trensains Tebuireng di forum internasional ini menjadi bukti bahwa pelajar Indonesia, termasuk dari daerah, mampu bersaing di panggung dunia.

Baca Juga: Bangga Jadi Santri Assalaam, Lalu Muhamad Iqbal Pulang Ke Assalaam Beri Motivasi Kepemimpinan

Azra menjadi salah satu peserta dalam Asia World Model United Nations (AWMUN) yang berlangsung di Korea Selatan pada 16–20 April 2026.

Forum internasional ini merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diselenggarakan oleh International Global Network (IGN) sejak 2018 untuk melatih kemampuan diplomasi, kepemimpinan, dan komunikasi generasi muda dari berbagai negara.

Bagi santri Trensains Tebuireng asal Mataram ini, kesempatan tampil di forum internasional AWMUN Korea Selatan bukan sekadar pengalaman akademik.

Baca Juga: Media Sosial Jadi Akselerator Utama, FOMO Tidak Memiliki Batas

Azra Aqila Yusni, santri Trensains Tebuireng asal Mataram yang berhasil tampil dalam forum internasional AWMUN Korea Selatan dan menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM).
Azra Aqila Yusni, santri Trensains Tebuireng asal Mataram yang berhasil tampil dalam forum internasional AWMUN Korea Selatan dan menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM).

Lebih dari itu, forum tersebut menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia memiliki kapasitas untuk ikut berkontribusi dalam isu-isu global.

Putri Mataram dengan Mimpi Besar Menjadi Diplomat

Azra bukan berasal dari keluarga diplomat atau lingkungan internasional. Ia adalah putri daerah dari Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang sejak kecil memiliki rasa ingin tahu besar terhadap dunia luar.

Kegemarannya membaca dan travelling membuat wawasannya terus berkembang. Dari situlah muncul cita-cita yang kuat: menjadi seorang diplomat yang mampu membawa nama Indonesia di panggung internasional.

“Suatu hari saya ingin menjadi diplomat yang bisa memperjuangkan kepentingan bangsa dan membantu menyelesaikan konflik secara damai,” ujarnya.

Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Azra dikenal sebagai pribadi disiplin dan mandiri. Ia menempuh pendidikan dasar di SD IT 1 Anak Sholeh Mataram, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 3 Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Saat ini, ia tercatat sebagai siswa kelas XI SMA Trensains Tebuireng Jombang.

Orang tuanya, Alfian Yusni dan Shinta Anggraeny, selalu menanamkan nilai keberanian, tanggung jawab, dan semangat belajar sejak dini.

Baca Juga: Zulhas Tegaskan Dapur MBG Harus Serap Produk Lokal Desa

Azra menjadi salah satu peserta dalam Asia World Model United Nations (AWMUN) yang berlangsung di Korea Selatan pada 16–20 April 2026.
Azra menjadi salah satu peserta dalam Asia World Model United Nations (AWMUN) yang berlangsung di Korea Selatan pada 16–20 April 2026.

Tiga Bulan Persiapan Menuju Forum Internasional

Kesempatan mengikuti forum internasional AWMUN Korea Selatan tidak datang secara tiba-tiba. Santri Trensains Tebuireng ini harus mempersiapkan diri dengan serius selama tiga bulan.

Ia mempelajari berbagai materi terkait isu Hak Asasi Manusia, hukum internasional, hingga konflik global. Selain itu, ia juga mengikuti pelatihan daring yang diselenggarakan oleh panitia.

Dalam forum tersebut, Azra mendapatkan peran sebagai delegasi yang membahas isu Hak Asasi Manusia berkaitan dengan angkatan bersenjata negara Armenia.

Baca Juga: Pesona Scene Stealer, Tujuh Deretan Drama Populer yang Dibintangi Tian Jia Rui

Peran tersebut menuntut pemahaman mendalam tentang konflik internasional, diplomasi, serta kemampuan menyusun argumen secara logis dan profesional.

Setiap hari, ia melatih kemampuan berbicara di depan publik, menyusun position paper, dan memahami sudut pandang negara yang diwakilinya.

Pengalaman ini menjadi bagian penting dalam perjalanan santri Trensains Tebuireng asal Mataram untuk menembus dunia diplomasi internasional.

Pernah Gagal Berangkat ke Luar Negeri

Perjalanan menuju forum internasional AWMUN Korea Selatan tidak selalu berjalan mulus.

Beberapa waktu lalu, Azra sebenarnya sudah pernah terpilih mengikuti kegiatan internasional di Kuala Lumpur. Itu akan menjadi pengalaman pertamanya tampil di forum luar negeri.

Namun dua hari sebelum keberangkatan, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena terserang demam berdarah.

Kesempatan yang sudah di depan mata pun harus dilepaskan.

Baca Juga: Bunda Sinta Serukan Gerakan Bersama Lawan Kanker, 90 Persen Kasus Kanker Dipengaruhi Gaya Hidup dan Lingkungan

Bagi sebagian orang, kegagalan bisa menjadi akhir perjalanan. Namun bagi santri Trensains Tebuireng ini, kegagalan justru menjadi bahan bakar semangat.

Ia bangkit, mempersiapkan diri kembali, dan terus berusaha hingga akhirnya berhasil tampil di forum internasional AWMUN Korea Selatan.

Forum Internasional yang Melatih Generasi Muda Dunia

Asia World Model United Nations (AWMUN) merupakan forum internasional yang mempertemukan pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berdebat, bernegosiasi, dan merumuskan solusi terhadap persoalan global.

Kegiatan utama dalam forum ini meliputi simulasi sidang dewan PBB, diskusi internasional, hingga pertukaran perspektif mengenai isu politik, ekonomi, dan kemanusiaan.

Forum internasional ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk melatih kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta komunikasi lintas budaya.

Menariknya, sekitar 90 persen peserta forum internasional AWMUN Korea Selatan merupakan pemula dalam kegiatan Model United Nations (MUN), sehingga kegiatan ini dirancang ramah bagi pelajar yang baru pertama kali mengikuti forum diplomasi internasional.

Langkah Awal Menuju Cita-Cita Besar

Bagi santri Trensains Tebuireng asal Mataram, pengalaman tampil di forum internasional AWMUN Korea Selatan bukanlah garis akhir.

Baca Juga: Sean Gelael ‘Mudik’ ke Mandalika, Magnet Baru Sport Tourism Bumi Gora

Justru, ini adalah langkah awal menuju mimpi besar menjadi diplomat Indonesia di masa depan.

Perjalanan seorang pelajar dari Mataram hingga berdiri di forum internasional menjadi bukti bahwa kesempatan tidak ditentukan oleh asal daerah, melainkan oleh keberanian untuk mencoba.

Selama ada tekad, disiplin, dan dukungan keluarga, mimpi besar dapat diraih.

Dan bagi santri Trensains Tebuireng asal Mataram bernama Azra Aqila Yusni, panggung dunia itu kini telah terbuka. (***)

Editor : Alfian Yusni
#Azra Aqila Yusni #Santri Trensains Tebuireng Jombang #Asia World Model United Nations 2026 #AWMUN #Korea Selatan