Ciptakan Aplikasi Nuramma Dari Hafalan Sendiri ke Juara Dunia
Kesulitan menghafal Alquran saat kecil justru menjadi titik awal lahirnya sebuah inovasi. Berbekal pengalaman pribadi, Ali An Nuur, mahasiswa Universitas Mataram (Unram), menciptakan aplikasi pembelajaran Alquran bernama Nuramma. Aplikasi itu mengantarkannya menjadi pemenang Swift Student Challenge 2026, kompetisi pengembang muda tingkat dunia yang digelar Apple.
ALI ROJAI, Mataram
DI SEBUAH rumah sederhana di Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, seorang anak kecil pernah berjuang sendirian mengulang hafalan Alquran. Tidak ada guru yang setiap saat mendampingi. Tidak pula orang tua yang bisa selalu menemani. Keduanya harus bekerja hingga malam hari.
Anak itu adalah Ali An Nuur.
Bertahun-tahun kemudian, kenangan tersebut kembali muncul. Bukan saat ia sedang menghafal Alquran, melainkan ketika melihat dua keponakannya di Mataram menghadapi kesulitan yang sama.
Baca Juga: SPMB SMPN 15 Mataram Memanas, Jalur Prestasi Penuh, Nilai 1.509 Jadi Batas Aman
Mereka harus murojaah sendiri. Terkadang ragu apakah bacaan yang dilafalkan sudah benar. Terkadang kehilangan kepercayaan diri karena tidak ada yang menyimak.
Dari situ muncul sebuah pertanyaan sederhana dalam benak Ali. Mengapa tidak ada teknologi yang bisa membantu anak-anak berlatih hafalan secara mandiri?
“Seharusnya ada cara agar anak-anak tetap bisa berlatih secara mandiri dengan percaya diri. Dari situlah ide Nuramma lahir,” ujarnya.
Ide tersebut kemudian berkembang menjadi sebuah aplikasi berbasis iOS bernama Nuramma. Sebuah platform pembelajaran Alquran yang dirancang khusus untuk membantu anak-anak belajar, memahami, dan mengulang hafalan secara mandiri.
Nuramma bukan sekadar aplikasi membaca Alquran digital.
Ali membekalinya dengan tiga fitur utama. Yakni Read and Learn, Challenge, serta Speech to Text Correction. Melalui fitur itu, pengguna tidak hanya membaca ayat, tetapi juga mendapatkan koreksi bacaan secara langsung.
Baca Juga: SPMB SMPN 6 Mataram Terkendala Server, Panitia Lembur hingga Malam Kejar Input Data
Layaknya didampingi seorang guru.
Yang menarik, seluruh proses pengenalan suara dilakukan langsung di perangkat pengguna. Teknologi on-device tersebut membuat data dan privasi pengguna tetap aman.
Ali juga menambahkan berbagai fitur yang ramah anak. Mulai dari visualisasi Quran Sign Language, dukungan aksesibilitas, hingga tampilan antarmuka yang sederhana dan mudah digunakan.Semua dirancang agar proses belajar terasa menyenangkan.
Baca Juga: Koordinat Alamat Bermasalah, Pendaftaran SPMB Mataram 2026 Sempat Terganggu
Perjalanan mengembangkan Nuramma tentu tidak mudah. Terlebih aplikasi tersebut harus memenuhi berbagai ketentuan dalam Swift Student Challenge 2026. Salah satunya ukuran aplikasi yang tidak boleh melebihi 25 MB.
Namun tantangan itu justru memacu kreativitas Ali.
Ia membangun seluruh sistem menggunakan framework native Apple. Hasilnya, Nuramma tampil ringan, efisien, dan mampu menjalankan berbagai fungsi pembelajaran dalam satu aplikasi.
Baca Juga: Juarai Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Tingkat Provinsi, SMAN 1 Mataram Wakili NTB Menuju Nasional
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil.
Ali berhasil terpilih sebagai pemenang Swift Student Challenge 2026. Sebuah kompetisi bergengsi yang setiap tahun mempertemukan talenta muda terbaik dari berbagai negara.
Meski demikian, penghargaan internasional tersebut bukan tujuan akhir baginya.Ali masih menyimpan banyak rencana untuk Nuramma.
Baca Juga: MTsN 2 Lombok Barat Perkuat Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta
Ia ingin menghadirkan teknologi on-device AI agar koreksi bacaan menjadi semakin akurat. Fitur pemantauan progres hafalan juga tengah disiapkan. Begitu pula pengembangan materi pembelajaran untuk juz-juz lainnya.
Ke depan, Nuramma juga akan dilengkapi panduan tajwid dan dukungan multibahasa. Harapannya, aplikasi tersebut bisa menjangkau lebih banyak pengguna dari berbagai latar belakang.
Ali bahkan bercita-cita membangun kolaborasi dengan lembaga pendidikan Islam agar manfaat Nuramma semakin luas.
Baca Juga: KCD NTB: Tak Ada Lagi Sekolah Favorit, Kualitas SMA dan SMK Sudah Merata
Baginya, teknologi bukan sekadar soal kecanggihan.Teknologi harus mampu menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Dukungan lingkungan kampus turut menjadi bagian penting dalam perjalanan itu. Ali mengapresiasi Unram yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berinovasi dan membawa karya hingga panggung internasional.
Dari pengalaman seorang anak yang pernah kesulitan menghafal Alquran sendirian, lahirlah sebuah karya yang kini dikenal dunia.
Baca Juga: 398 Siswa SMKN 1 Lingsar Jalani PKL 2026, Siap Tempa Skill dan Mental Kerja di Industri
Sebuah bukti bahwa masalah sederhana di sekitar kita bisa menjadi sumber inovasi besar. Asal ada keberanian untuk mencari solusi.
Editor : Kimda Farida