Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sensasi Ngopi Bernuansa Kabin Kapal di Sejuknya Aik Bukak, Memorabilia, Kisah Pelayaran, dan Kopi Racikan Ahmad Zaelani Jadi Daya Tarik bagi Pelancong

Lestari Dewi • Jumat, 10 Juli 2026 | 10:02 WIB
Sejumlah pengendara bermotor berhenti sejenak menikmati kopi dan cemilan yang disajikan Ahmad Zaelani di kedai kopi miliknya di jalan wisata Desa Aik Bukak, Desa Aik Bukak, Batukliang Utara, Lombok Tengah, Rabu (8/7).
Sejumlah pengendara bermotor berhenti sejenak menikmati kopi dan cemilan yang disajikan Ahmad Zaelani di kedai kopi miliknya di jalan wisata Desa Aik Bukak, Desa Aik Bukak, Batukliang Utara, Lombok Tengah, Rabu (8/7).

 

Deru mesin kapal kargo dan debur ombak samudra kini berganti gemercik air es yang dikocok. Aroma bubuk kopi juga memenuhi kedai kecil di jalur wisata Aik Bukak, Batukliang Utara. Di tempat itu, Ahmad Zaelani menambatkan cerita lamanya sebagai awak kapal.

----

Di bawah rindang pepohonan yang menyaring terik matahari Batukliang Utara, Ahmad sibuk di balik bar. Ia mengenakan pakaian hitam dipadu topi khasnya. Jemarinya cekatan meracik minuman ringan pesanan pengunjung.

Senyum ramah mengembang dari wajahnya saat menyambut kedatangan wartawan.“Mari silakan, begini sudah kesibukan saya sekarang setelah pensiun jadi awak kapal,” sapanya hangat.

Baca Juga: Belvana Rolanda Vindia Kurniawan Menukar Gemerlap Panggung Modeling dengan Disiplin Paskibraka Nasional

Kedai kopi milik Ahmad berdiri di atas lahan seluas satu are. Lahan itu memanfaatkan pekarangan rumah pribadinya. Suasananya berbeda dari kedai kopi urban pada umumnya.

Kedai ini berada di jalur wisata Aik Bukak. Lokasinya menjadi tempat singgah bagi pelancong yang melintas.

Suasananya tenang. Tidak ada bising kendaraan yang padat. Angin pegunungan berembus di sela pepohonan rindang. Pengunjung bisa duduk lebih lama menikmati suasana.

Daya tarik kedai Ahmad juga ada pada interiornya. Ia menyulap bangunan di lahan satu are itu menjadi ruang penuh memorabilia laut. Berbagai pernak-pernik peninggalan masa berlayar dipajang di sejumlah sudut dinding.

Baca Juga: Bupati Pathul Ingin Desa Wisata Loteng Naik Kelas

Ada miniatur kemudi kapal, pelampung keselamatan, hingga foto dokumentasi perjalanannya membelah samudra. Memasuki kedai ini seperti masuk ke kabin kapal yang hangat dan penuh cerita.

“Setiap sudut dan pernak-pernik di sini punya cerita sendiri waktu saya masih aktif di pelayaran dulu. Sengaja saya bawa pulang untuk menghidupkan suasana di sini,” cerita Ahmad.

Meski mengusung konsep matang, kedai ini tetap membumi. Ahmad memahami pasar yang dibidiknya. Ia menyediakan aneka menu makanan dan minuman kekinian dengan harga terjangkau.

Tempat ini kemudian menjadi pilihan tongkrongan anak muda lokal. Kedai Ahmad juga menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan yang baru menyegarkan diri di Aik Bukak atau menjelajahi kawasan Batukliang Utara.

Baca Juga: Tambah Kuota Bantuan Ayam Petelur di Lombok Tengah

Bagi wisatawan yang hendak kembali menuju Praya atau Mataram, kedai Ahmad menjadi titik singgah untuk melepas lelah. Mereka bisa menyeruput kopi hangat atau menikmati minuman segar sebelum melanjutkan perjalanan pulang. 

Editor : Akbar Sirinawa
#desa aik bukak #anak buah kapal #Lombok Tengah #Kedai Kopi #mantan