Deru mesin kapal kargo dan debur ombak samudra kini berganti gemercik air es yang dikocok. Aroma bubuk kopi juga memenuhi kedai kecil di jalur wisata Aik Bukak, Batukliang Utara. Di tempat itu, Ahmad Zaelani menambatkan cerita lamanya sebagai awak kapal.
----
Di bawah rindang pepohonan yang menyaring terik matahari Batukliang Utara, Ahmad sibuk di balik bar. Ia mengenakan pakaian hitam dipadu topi khasnya. Jemarinya cekatan meracik minuman ringan pesanan pengunjung.
Senyum ramah mengembang dari wajahnya saat menyambut kedatangan wartawan.“Mari silakan, begini sudah kesibukan saya sekarang setelah pensiun jadi awak kapal,” sapanya hangat.
Kedai kopi milik Ahmad berdiri di atas lahan seluas satu are. Lahan itu memanfaatkan pekarangan rumah pribadinya. Suasananya berbeda dari kedai kopi urban pada umumnya.
Kedai ini berada di jalur wisata Aik Bukak. Lokasinya menjadi tempat singgah bagi pelancong yang melintas.
Suasananya tenang. Tidak ada bising kendaraan yang padat. Angin pegunungan berembus di sela pepohonan rindang. Pengunjung bisa duduk lebih lama menikmati suasana.
Daya tarik kedai Ahmad juga ada pada interiornya. Ia menyulap bangunan di lahan satu are itu menjadi ruang penuh memorabilia laut. Berbagai pernak-pernik peninggalan masa berlayar dipajang di sejumlah sudut dinding.
Baca Juga: Bupati Pathul Ingin Desa Wisata Loteng Naik Kelas
Ada miniatur kemudi kapal, pelampung keselamatan, hingga foto dokumentasi perjalanannya membelah samudra. Memasuki kedai ini seperti masuk ke kabin kapal yang hangat dan penuh cerita.
“Setiap sudut dan pernak-pernik di sini punya cerita sendiri waktu saya masih aktif di pelayaran dulu. Sengaja saya bawa pulang untuk menghidupkan suasana di sini,” cerita Ahmad.
Meski mengusung konsep matang, kedai ini tetap membumi. Ahmad memahami pasar yang dibidiknya. Ia menyediakan aneka menu makanan dan minuman kekinian dengan harga terjangkau.
Tempat ini kemudian menjadi pilihan tongkrongan anak muda lokal. Kedai Ahmad juga menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan yang baru menyegarkan diri di Aik Bukak atau menjelajahi kawasan Batukliang Utara.
Baca Juga: Tambah Kuota Bantuan Ayam Petelur di Lombok Tengah
Bagi wisatawan yang hendak kembali menuju Praya atau Mataram, kedai Ahmad menjadi titik singgah untuk melepas lelah. Mereka bisa menyeruput kopi hangat atau menikmati minuman segar sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Editor : Akbar Sirinawa