Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Andini Aprilia Putri Membanting Stigma Pejudo Perempuan di Atas Matras, Srikandi Tunggal Judo Lombok Tengah yang Menyabet Emas Porprov NTB XII 2026

Lestari Dewi • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:27 WIB
Andini Aprilia Putri
Andini Aprilia Putri

 

Andini Aprilia Putri membuktikan bahwa keterbatasan gender bukan penghalang untuk mengukir prestasi di atas matras judo. Melalui disiplin keras dan dukungan penuh keluarga, Srikandi tunggal Lombok Tengah ini optimis mampu menyabet medali emas Porprov NTB 2026.

----

Suara benturan keras terdengar berulang kali dari sudut sasana Auditorium Kampus IPDN, Lombok Tengah. Tubuh-tubuh terhempas ke matras. Peluh bercucuran dan napas memburu.

Di antara para atlet yang menjalani latihan keras, tampak seorang gadis muda dengan rambut dikuncir kuda. Tatapannya tajam mengunci pergerakan lawan yang secara fisik jauh lebih besar.

Baca Juga: Raih Delapan Medali, Lombok Tengah Juara Umum Cabor Judo Pada Porprov NTB XII

Dengan hentakan kaki yang kokoh dan tarikan kerah judogi yang presisi, ia memutar tubuh dengan cepat. Brak! Lawannya terbanting melalui teknik ippon.

Gadis itu Andini Aprilia Putri. Ia lahir pada 7 April 2012 dan berasal dari Kota Mataram. Kini, Andini membawa panji kontingen Lombok Tengah pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026.

Andini kini duduk di kelas 9 SMPN 9 Mataram. Anak kedua dari tiga bersaudara itu memilih jalan yang tidak biasa bagi sebagian besar remaja perempuan seusianya: menjadi pejudo.

Baca Juga: Porprov NTB Cabang Judo Dimulai, GOR Poltekpar Bersiap Jadi Venue PON 2028

Kehadiran Andini dalam skuad judo Lombok Tengah (Loteng) cukup istimewa sekaligus menantang. Dari 10 atlet judo yang dikirim kontingen Gumi Tatas Tuhu Trasna, hanya Andini atlet perempuan.

Menjadi “Srikandi tunggal” di tengah dominasi atlet laki-laki tidak membuatnya minder. Sebaliknya, Andini merasa bangga.

“Awalnya, banyak tetangga bahkan kerabat yang heran. Katanya, anak perempuan kok hobinya berantem, nanti memar-memar,” kata Andini sembari tersenyum.

Andini mematahkan anggapan bahwa judo terlalu kasar bagi perempuan. Olahraga bela diri asal Jepang itu memang sarat kontak fisik, bantingan, dan kuncian. Namun, komentar miring justru menjadi bahan bakar motivasinya.

Bagi Andini, judo bukan tentang menjadi kasar. Judo mengajarkannya disiplin diri dan kehormatan. Olahraga itu juga menjadi jalan pembuktian bahwa perempuan mampu berdiri di podium juara.

Baca Juga: Ekonomi Lombok Tengah Diproyeksi Melesat, Pemkab Sodorkan KUA-PPAS 2027 Rp 2,57 Triliun

Ketertarikannya pada judo bermula dari sang kakak yang juga atlet berprestasi. Kakaknya kini turun bertanding di kelas -73 kilogram. Terinspirasi dari sang kakak, Andini mulai mengenakan judogi sejak setahun lalu.

Meski baru menekuni judo, Andini telah menorehkan prestasi. Tahun lalu, ia meraih juara kedua pada ajang Bupati Cup.

Namun, pencapaian itu tidak datang secara instan. Di balik senyumnya, ada latihan fisik dan mental yang ia jalani setiap hari.

Untuk bertanding di kelas -78 kilogram, Andini harus disiplin menjaga pola makan dan menjalani diet ketat. Setiap subuh, saat kabut masih menyelimuti Kota Mataram, ia mulai berlari.

Baca Juga: Cegah Sengketa Informasi Sekolah, Wabup Loteng Dorong Penguatan PPID di 88 SMP Negeri

Sore hari, Andini menghabiskan waktu berjam-jam di matras. Ia harus menahan sakit akibat terkilir, memar, dan kelelahan.

“Kadang latihannya keras sekali. Kalau di rumah, saya juga sering berlatih sama kakak,” cetus Andini.

Bagi Andini, ilmu bela diri judo selaras dengan impiannya mengabdi kepada negara. Ia bercita-cita menjadi anggota Kowad maupun Polwan. “Strategi utama di judo adalah memahami dan mampu mengunci lawan. Terutama ketika saya sudah jatuh ke bawah, di sanalah momen terbaik saya untuk berupaya mengunci gerakan lawan,” bebernya.

Langkah Andini pada Porprov NTB XII 2026 berjalan mulus. Dalam pertandingan pembuka, ia menumbangkan atlet perwakilan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Andini kemudian mengalahkan lawan dari Lombok Barat dan meraih medali emas untuk Lombok Tengah.

Di balik ketangguhannya di atas matras, doa keluarga selalu menyertai langkah Andini. Ayah dan bundanya berpesan agar ia menjaga kesehatan dan diri sebelum serta selama bertanding.

Baca Juga: Wabup Loteng Sebut Pinjaman Rp 200 Miliar untuk Perbaikan Jalan Rusak

Dukungan keluarga membuat Andini tetap membumi. Matras Porprov pun menjadi panggung pembuktiannya. Ia ingin menyampaikan pesan kepada teman-teman seusianya agar tidak takut menekuni olahraga yang mereka cintai.

“Judo mengajarkan saya cara jatuh. Tapi yang lebih penting, judo mengajarkan saya bagaimana cara untuk langsung bangkit kembali setelah dijatuhkan,” pungkasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
Porprov NTB 2026 Lombok Tengah kontingen Perempuan judo