Lewat akun media sosial X miliknya (@araghchi), ia menyampaikan pesan yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga sarat makna politik.
Dalam unggahannya, Araghchi mengucapkan selamat Idulfitri kepada umat Muslim di seluruh dunia.
Namun, yang menarik perhatian adalah pernyataan apresiasinya kepada negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Brunei.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, masyarakat Muslim, serta para pencinta keadilan di ketiga negara tersebut yang dinilai telah menunjukkan solidaritas terhadap Iran.
Araghchi juga menyinggung sikap kecaman terhadap apa yang ia sebut sebagai agresi brutal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Iran, khususnya selama bulan suci Ramadan.
“Terima kasih atas solidaritas dan dukungan yang ditunjukkan kepada bangsa Iran,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Pernyataan ini pun menjadi perhatian karena mencerminkan bagaimana dinamika geopolitik global ikut mempengaruhi narasi diplomasi di momen keagamaan seperti Idulfitri.
Sejumlah pengamat menilai, pesan ini sekaligus mempertegas hubungan emosional dan solidaritas di antara negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim, khususnya di tengah meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah.
Ucapan tersebut juga memperlihatkan bagaimana media sosial kini menjadi alat penting bagi para pejabat tinggi dunia dalam menyampaikan pesan diplomasi langsung kepada publik internasional.
Editor : Kimda Farida