LombokPost - Jika melihat lapangan tenis yang lebih kecil dengan dinding kaca di sekelilingnya, itulah Padel.
Olahraga ini tengah menjadi tren gaya hidup sehat di kota-kota besar Indonesia.
Karena dianggap lebih seru dan mudah dipelajari dibandingkan tenis konvensional.
- Sejarah Singkat: Dari Meksiko ke Indonesia
Penemu: Diciptakan oleh Enrique Corcuera di Acapulco, Meksiko, pada tahun 1969.
Konsep: Modifikasi tenis yang dimainkan di lahan terbatas dengan tambahan dinding sebagai bagian dari permainan.
Masuk Indonesia: Padel mulai dikenal luas di tanah air pada akhir 2010-an, dengan lapangan yang mulai menjamur di Jakarta dan Bali.
- Aturan Main: Bagaimana Cara Bermainnya?
Padel memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dari olahraga raket lainnya.
Format: Selalu dimainkan 2 lawan 2 (ganda).
Servis: Dilakukan secara underhand (bola dipukul di bawah pinggang) dan diarahkan secara diagonal ke kotak lawan.
Dinding Kaca: Bola boleh memantul ke dinding kaca setelah menyentuh lantai lawan, menambah dinamika permainan yang mirip squash.
- Alur Permainan & Sistem Skor
Sistem skor Padel mengadopsi gaya tenis namun dengan tempo yang lebih cepat:
Pantulan: Bola hanya boleh memantul 1 kali di lantai. Pemain bisa memukul bola secara volley atau setelah memantul di dinding.
Skor: Menggunakan hitungan 15 – 30 – 40.
Kemenangan: Dibutuhkan selisih 2 poin untuk menang game, dan 6 game untuk memenangkan 1 set. Jika skor imbang 6–6, dilakukan tie-break.
- Hati-hati! Kesalahan Ini Berikan Poin bagi Lawan:
Pastikan menghindari hal-hal berikut agar tidak kehilangan poin:
Bola memantul 2 kali di lantai Anda.
Bola mengenai tubuh pemain atau rekan tim.
Memukul bola lebih dari satu kali dalam satu giliran.
Fatal: Bola mengenai pagar kawat sebelum menyentuh lantai area lawan.
Editor : Kimda Farida