Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Di Lobar, Korona Menyebar di Lima Kecamatan, Narmada, Lingsar, Batulayar, Gunungsari dan Kediri

Baiq Farida • Selasa, 14 April 2020 | 14:26 WIB
Ilustrasi (Dok. Jawa Pos)
Ilustrasi (Dok. Jawa Pos)
GIRI MENANG-Kasus warga positif Korona di Lombok Barat (Lobar) terus bertambah. Jumlahnya kini sudah enam orang. Tersebar di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Narmada, Lingsar, Gunungsari, Batulayar, dan Kediri.

“Untuk warga kami yang positif Korona itu inisial RA ada di Desa Sandik. Setelah kami telusuri, itu bukan perempuan seperti yang dirilis Pemerintah Provinsi NTB. Tapi, itu laki-laki,” jelas Camat Batulayar Syahruddin kepada Lombok Post, kemarin (13/4/2020).

RA diketahui terpapar Korona karena memiliki riwayat kontak dengan pasien positif yang berasal dari Mataram. Ia masuk kategori klaster Bogor. Saat ini, ia pun sedang melakukan karantina di Wisma Nusantara dengan kondisi baik.

Untuk mencegah penularan Korona di Batulayar, pemerintah kecamatan sudah melakukan tracing terhadap sejumlah orang yang disinyalir kuat pernah kontak dengan RA. Mulai dari anak dan istrinya, hingga tetangganya di wilayah Sandik.

“Untuk keluarga ada tiga orang. Sementara tetangganya tujuh orang,” jelas mantan Kabid Perdagangan Disperindag Lobar tersebut.

Syahrudin mengakui, pihaknya kecolongan untuk memberikan pengawasan ketat pada RA. Karena selama ini, pemerintah kecamatan fokus untuk mencegah penularan dari klaster Makassar. Mengingat ada ratusan jamaah tablig yang pulang dari Makassar berada di Batulayar.

“Kami fokus meminta warga kami yang jamaah tablig untuk isolasi mandiri. Alhamdulillah yang dari kluster Gowa itu, tidak ada yang positif. Tapi justru ini yang positif,” sesalnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya pun kini mengambil langkah cepat mencegah penularan Covid-19 atau Korona di Batulayar. Bekerja sama dengan Puskesmas Meninting, Dinas Kesehatan Lobar dan Satgas Korona, telah dilakukan penyemprotan disinfektan ke rumah RA. Selain itu dilakukan juga rapid tes kepada semua orang yang disinyalir telah kontak dengan RA.

“Barusan (kemarin, Red) telah dilakukan rapid tes,” cetusnya.

Data awal dari Dinas Kesehatan Lobar, RA diprediksi telah kontak dengan sejumlah orang. Untuk itu, ia berharap kepada warga Batulayar untuk mau terbuka dan jujur memeriksakan diri ke pihak Puskesmas atau rumah sakit. Untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Untuk memutus rantai penularan virus ini satu kuncinya. Saya minta masyarakat ODP atau yang pernah kontak dengan pasien positif untuk jujur!” pintanya.

Terpisah, Camat Kediri Hermansyah yang ditemui Lombok Post di kantornya kemarin juga membenarkan jika satu warganya dinyatakan positif Korona. Warga tersebut merupakan jamaah tablig kluster Gowa. “Dia bertempat tinggal di Desa Montong Are, Desa Samajaya,” jelas Hermansyah.

Pihak kecamatan dan Satgas Korona pun sudah melakukan tracing dan rapid tes terhadap sekitar 30 orang yang disinyalir pernah kontak dengan R. Ditambah beberapa desa yang bersebelahan dengan Desa Montong Are yakni Desa Kediri dan Kediri Selatan melakukan isolasi mandiri saat malam hari. Untuk membatasi pergerakan warga. Termasuk menguatkan physical distancing dan mengurangi aktivitas yang menimbulkan keramaian.

“Termasuk jug auntuk Pasar Kediri, kami sudah berkoordinasi akan melakukan pembagian masker kepada para pedagang,” jelas Hermansyah.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Barat drg, Hj Ni Made Ambaryati dikonfirmasi membenarkan sebaran wabah Korona di Lombok Barat. Dimana lokasi sebarannya di lima kecamatan dengan enam warga yang dinyatakan positif. “Ya benar,” terangnya.

Enam warga tersebut adalah LAB, 54 tahun, warga Desa Badrain Kecamatan Narmada, AS, 47 tahun, warga Desa Dasan Geria, Kecamatan Lingsar, S, 36 tahun, warga Desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar, HW, 2 tahun, warga Desa Jeringo Kecamatan Gunungsari, RA, 41 tahun warga Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, dan R, Desa Montong Are Kecamatan Kediri.

Untuk update data terbaru, Ambar mengaku pihaknya masih menunggu pemerintah provinsi NTB. “Nanti diumumkan provinsi,” tandasnya. (ton/r3)

 

  Editor : Baiq Farida
#Headline #Covid-19 #ODP