Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Curhat MU Mantan Suami Mita (1) : Kencan Pertama di Udayana, Terpedaya Hingga Malam Pertama

Administrator • Rabu, 10 Juni 2020 | 01:04 WIB
BIKIN PANGLING: Inilah foto Su alias Mita, pria 25 tahun asal Ampenan yang dinikahi  Mu, 31 tahun warga Desa Gelogor Kecamatan Kediri. (Ist/Lombok Post)
BIKIN PANGLING: Inilah foto Su alias Mita, pria 25 tahun asal Ampenan yang dinikahi Mu, 31 tahun warga Desa Gelogor Kecamatan Kediri. (Ist/Lombok Post)
Kepolosan Mu (inisial) membuatnya terpedaya. Bermaksud mempersunting perempuan salihah untuk membina rumah tangga, ternyata hatinya berlabuh pada orang yang salah. Bukannya mendapat istri, justru ia mendapatkan laki-laki, sama seperti dirinya.

HAMDANI WATHONI, Giri Menang

Mu tertunduk lesu. Pikirannya saat ini sedang gundah. Beban berat terlihat di raut wajahnya. Sudah beberapa hari terakhir, ia dan keluarganya tak kuasa menahan malu atas cemoohan orang kepadanya. Tidur tak tenang, makan tak enak.

Mu apes. Ia menjadi korban penipuan orang yang justru sempat dicintainya. Menikahi perempuan yang belakangan terkuak ternyata berjenis kelamin sama dengannya; laki-laki.

Ia dihibur oleh beberapa orang yang ada di sampingnya kala Lombok Post menemuinya di Kantor Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Lombok Barat kemarin (9/6). Mereka adalah orang yang ditunjuk kuasa hukumnya. Sesekali ia menyalakan rokok kemudian menghisapnya. Meringankan rasa stres yang dihadapinya.

Awalnya laki-laki yang bekerja di perusahaan swasta ini ragu menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Tapi, perlahan Mu mau bercerita. Panjang lebar. Dari awal perkenalan hingga prosesi akad nikah di rumah disaksikan oleh kadus dan warga sekitar.

“Karena di media sosial sudah banyak beredar. Padahal mereka tidak tahu bagaimana kebenarannya,” ungkapnya.

Netizen memang belakangan dibuat geger dengan kasus Mu yang mengaku ditipu oleh Su alias Mita, warga Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan. Komentar-komentar bermunculan. Dari yang sifatnya menghakimi sampai komentar kocak.

Nah, Kepada Lombok Post, Mu ingin meluruskan informasi yang beredar itu. “Orang tua saya syok, stress. Apalagi ibu saya darah tinggi. Sampai sekarang dia ingin lihat saya tenang saja,” ungkapnya.

Mu menuturkan, ia pertama kali kenal Su alias Mita lewat aplikasi media sosial Tantan sekitar Februari lalu. Menjalin komunikasi dengan Mita, Mu akhirnya janjian ketemuan. Tempatnya di Taman Udayana, Mataram.

Baca Juga Pengakuan Mita : Pengakuan Mita Sebelum Nikah Suami Tahu Dirinya Lelaki

Tak kuasa melanjutkan kenangan pahitnya, Mu meminta kuasa hukumnya Aan Ramadan melanjutkan kronologi pertemuannya dengan Mita. “Mereka janjian ketemu di Udayana. Saat bertemu, Mu yakin kalau  Mita ini merupakan perempuan salihah. Ia menggunakan gamis dan cadar,” beber Aan, mendampingi Mu.

Melihat gelagat dan sikap lembut Mita, Mu yakin jika perempuan inilah yang selama ini dicarinya untuk menjadi pendamping hidupnya. Maka ia bertekad harus segera menikahinya. Setelah beberapa lama pacaran, mereka akhirnya sepakat menikah awal Juni lalu.

Sampai menikah, Mu masih belum menyadari kalau Mita adalah laki-laki. Malam pertama Mu menggebu-gebu meminta berhubungan layaknya pasangan suami istri. Hal yang wajar bagi pengantin baru seperti dirinya.

Namun,  Mita memberi satu syarat. “Mu meminta hubungan tersebut dilakukan dengan pakaian tertutup. Alasannya (Mita) selesai operasi sehingga alat vitalnya ditutup,” tutur Aan.

Baca Juga : Curhat MU Mantan Suami Mita (2) : Menikah dengan Mahar Rp 500 Ribu dan Air Zamzam

Mu yang tak mau melewatkan kesempatan malam pertama tak menolak. Ia bersedia tidak membuka pakaian  Mita. Hanya saja, saat berhubungan badan, Mita yang memang mengatur posisinya. “Klien kami hanya terima beres,” beber Aan.

Mu membenarkan jika dia memang diarahkan oleh Mita. Sehingga ia tidak bisa membedakan apakah hubungan tersebut dilakukan lewat dubur (anus) Mu atau tidak. “Saya dapat pegang paha saja. 'Punya' saya dia yang pegang dan arahkan,” bebernya.

Mu juga merasakan ada yang janggal dari Mita. Ia tidak memiliki payudara. Dadanya rata seperti pria pada umumnya. Tapi  Mita beralasan kalau sudah punya anak, baru payudaranya akan membesar.

“Mu ini laki-laki polos dan percaya karena baru pertama kali ketemu perempuan, sayangnya perempuan yang dikenal ini perempuan jadi-jadian,” beber Aan, sapaannya. (bersambung/r3) Editor : Administrator
#Pasangan Sejenis #Mita #Kediri #Headline #Lombok Barat