Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wisata Pantai Tanjung Bias Dibuka, Pedagang Kuliner Bahagia

Administrator • Rabu, 17 Juni 2020 | 23:02 WIB
PATUT DIAPRESIASI: Penulis Buku Dakwah Nusantara Febrian Putra (tengah) bersama Direktur Lombok Post Alfian Yusni usai peluncuran buku di Ballroom Islamic Center, Sabtu (16/1/2021) lalu.
PATUT DIAPRESIASI: Penulis Buku Dakwah Nusantara Febrian Putra (tengah) bersama Direktur Lombok Post Alfian Yusni usai peluncuran buku di Ballroom Islamic Center, Sabtu (16/1/2021) lalu.
GIRI MENANG-Wabah Korona membuat sebagian warga kehilangan pekerjaan. Mereka terpaksa menjadi pengangguran dalam tiga bulan terakhir.

Kini, memasuki masa transisi new normal, sejumlah kawasan wisata mulai dibuka kembali. Warga yang dulunya menganggur mulai bekerja kembali.

“Tiga bulan tidak ada pendapatan sama sekali. Diam saja di rumah membuat kita makan saja susah, apalagi belanja kebutuhan saat lebaran kemarin,” beber Makbul, salah seorang warga Desa Senteluk, Batulayar, Lobar.

Kini, Makbul bersyukur kawasan wisata Kuliner Pantai Tanjung Bias di Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar dibuka kembali. Sehingga, ia sudah bisa bekerja seperti dulu.

“Normalnya penghasilan kami sebulan di sini Rp 1,5 juta ke atas. Tapi selama tiga bulan terakhir, tidak ada pemasukan sama sekali. Makanya bingung kita nganggur di rumah,” ungkap pria yang bekerja di salah satu warung kuliner Pantai Tanjung Bias ini.

Namun dengan dibukanya kawasan Pantai Tanjung Bias sejak Sabtu akhir pekan lalu, warga mulai ceria. Ratusan warga silih berganti memadati kawasan wisata kuliner ini. Khususnya Hari Sabtu dan Minggu sore, pengunjung membludak melepas penat dan stress.

“Tetapi kami tetap beroperasi dengan mengedepankan protokoler Covid-19. Semua pegawai menggunakan masker dan kami juga menyiapkan tempat cuci tangan,” ujarnya.

Lili, salah satu warga Keluarahan Selagas mengaku senang melihat kawasan wisata kuliner Pantai Tanjung Bias dibuka. Ia yang datang bersama keluarganya karena sudah cukup lama merindukan suasana pantai ini. Apalagi sambil menikmati hidangan kuliner laut yang segar tangkapan para nelayan setempat.

“Tapi ada kekhawatiran juga memang akibat Korona ini. Cuma ya senang aja tempat wisata kembali dibuka,” syukurnya.

Kepala Desa Senteluk Fuad Abdulrahman mengatakan pihaknya kembali membuka kawasan kuliner Pantai Tanjung Bias setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait. Mulai dari aparat keamanan hingga pemerintah daerah.

“Ini adalah keinginan masyarakat kami khususnya yang bekerja di warung kuliner Pantai Tanjung Bias. Tentunya protokoler Covid-19 tetap kami terapkan,” ujar dia.

Fuad mengatakan ada sekitar 53 warung yang beroperasi di kawasan kuliner Pantai Tanjung Bias. Dengan masing-masing warung memiliki karyawan atau pekerja 5-7 orang. Jika dikalkukasikan, maka kawasan kuliner ini menyerap lapangan pekerjaan setidaknya 250 orang. Dengan rata-rata penghasilan Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta per bulan. Tergantung ramai tidaknya pengunjung.

“Selama tiga bulan mereka tidak dapat penghasilan apa-apa akibat wabah Korona. Tentu kami khawatir ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan warga tetapi juga keamanan di Desa Senteluk,” bebernya.

Sehingga ia pun memilih mengambil langkah cepat membuka kawasan wisata ini dengan menerapkan protokoler Covid-19. (ton/r3)

  Editor : Administrator
#Lombok Barat #Kuliner #Batulayar #Tanjung Bias