"Dari 20 Puskesmas dan dua rumah sakit yang ada di Lobar, sebanyak 125 tenaga kesehatan (nakes) yang positif," kata Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dikes Lobar dr Ahmad Taufiq Fathoni pada Lombok Post, Jumat (11/2/2022).
Dikatakan, kasus baru yang tercatat hampir 79,11 persennya nakes. Sedangkan 20,89 persennya masyarakat umum berdomisili dan ber KTP Lobar.
"Memang tidak dipungkiri nakes ini sekarang banyak terpapar dan lagi banyak melakukan isoman," ujarnya.
Padahal sebelumnya kasus baru tercatat sebanyak 135 kasus covid-19. Sedangkan selang satu hari kemudian bertambah menjadi 158 kasus baru covid-19.
"Tracking terus kami lakukan dengan hasil swab yang sudah didapatkan," tambahnya.
Dikatakan, walaupun ada 125 nakes Lobar yang positif. Ini tidak akan mengganggu pelayanan. Dikarenakan layanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.
"Kalau sumber daya manusia baik faskes pemerintah maupun faskes swasta sebanyak 2.617 nakes," terangnya.
Ia mengatakan kalau rumah sakit mengatur sesuai internalnya dikarenakan sumber daya manusia di rumah sakit banyak. Berbanding terbalik dengan nakes di puskesmas yang terbatas. Sehingga untuk puskesmas mengutamakan layanan dalam gedung.
"Pelayanan buka sampai jam 12, setelah itu pelayanan pindah ke UGD," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kadikes Lobar Agus Gunawan mengatakan, paparan Covid-19 ini lebih cepat dari sebelumnya. Namun sebagian besar tidak memiliki gejala dan hasil swab menunjukkan positif.
"Bila tidak ada gejala bisa langsung menjalankan isolasi mandiri. Sedangkan bila sudah merasakan gejala, bisa langsung di rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif," kata dia. (nur/r3)
Editor : Baiq Farida