GIRI MENANG-Harga telur naik drastis. Harga untuk satu terai di pasaran saat ini tembus Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu. Hal ini membuat pedagang mengeluh. Sementara para pembeli menjerit karena harus mengeluarkan uang lebih banyak.
Seperti yang disampaikan Herman, warga Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi. Menurutnya, kenaikan harga telur yang sudah cukup lama membuat penghasilannya menurun. "Mudahan-mudahan kembali normal," katanya.
Dia menjelaskan, semenjak harga naik, permintaan juga menurun. Tetapi dia bersyukur, pembeli tetap ada meskipun tidak sedikit yang sambil melakukan protes. "Karena telur inikan kebutuhan pokok, sehingga tetap dicari. Hanya saja penjualan tidak tinggi seperti sebelumnya," terang Herman.
Dia menjelaskan, permintaan menurun itu terlihat dari stok telur di gudangnya. Telur dengan belasan terai baru habis 2-3 hari. "Alhamdulillah permintaan tetap ada, tapi habisnya agak lama," kata pria yang sudah bertahun-tahun menjalani usaha sebagai pedagang telur itu.
Herman sendiri mengirimkan telur kepada beberapa pedagang di sekitar Lobar. Karena stok telur berkurang, dia mengambil barang ke sejumlah pengusaha ayam petelur. "Kadang ngambil telur sampai ke Lombok Tengah," ujarnya.
Harga telur mulai naik sejak Idul Fitri lalu. Herman memperkirakan, kenaikan harga tersebut dampak pandemi Covid-19. "Ketika pandemi banyak pengusaha ayam petelur menjual ayamnya, dan saat itu harga sempat anjlok," katanya.
Akibatnya, saat ini populasi ayam petelur berkurang. Sehingga stok telur juga berkurang. Karena itu, pengusaha ayam petelur menaikkan harga. Itu juga untuk menutupi kerugian ketika pandemi. "Karena ruginya besar, tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan," terang Herman.
Di samping itu, harga pakan saat ini juga naik. Makanya, mau tidak mau harga harus dinaikkan. Dia merinci, harga telur dari pemilik kandang ayam berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 51 ribu. Kemudian Herman menjual ke pedagang Rp 52 sampai 53 ribu.
"Makanya di pasar berharga Rp 55 sampai Rp 56 ribu," pungkas Herman. (cr-bib/r3)
Editor : Galih Mps