GIRI MENANG-Tiket masuk kawasan Taman Narmada dikeluhkan karena dinilai terlalu tinggi. Untuk tamu mancanegara misalnya, dikenakan Rp 50 ribu, dari harga tiket masuk (HTM) sebelumnya yaitu Rp 10 ribu. Sementara HTM pengunjung lokal Rp 10 ribu.
"Naik beberapa kali lipat dari tarif lama. Bagi saya, ini sangat mahal. Tarif baru ini membuat tamu tidak berani datang," kata Pengurus Himpinan Pramuwisata Indonesia (HPI) NTB, Lalu Ratmawe Wirajuna.
Dia mengaku, tidak ada tempat wisata di Lobar yang tarifnya semahal itu. Jikapun ada kenaikan, tidak harus Rp 50 ribu. "Mengacu di tempat-tempat lain, paling mahal Rp 25 ribu," tambah Lalu Ratmawe.
Dampak kenaikan itu, pengunjung turun drastis. Para pelaku pariwisata tidak ada yang berani membawa tamu ke Taman Narmada. "Saya sudah tidak mau bawa tamu kalaupun ada permintaan. Tarif baru Maksa sekali," imbuhnya.
Anggota DPRD Lobar dari dapil Lingsar-Narmada H. Sardian mengatakan, keluhan dari pelaku pariwisata ini perlu diatensi. Pihak manajemen Taman Narmada diharapkan mengevaluasi pemberlakuan tarif baru tersebut. "Harapan pelaku pariwisata ini agar diakomodir," katanya.
Menurutnya, kenaikan tarif tersebut sangat berdampak terhadap kunjungan. Selama ini tidak pernah ramai pengunjung. "Semenjak tarif naik, kunjungan turun hingga di bawah 10 persen," katanya.
Menurunnya kunjungan itu juga otomatis berdampak bagi UMKM atau masyarakat yang mencari nafkah di tempat wisata itu. Inilah yang juga harus menjadi pertimbangan manajemen. "Karena banyak sekali masyarakat yang menggantungkan hidup di sana," imbuh Sardian.
Sebagai wakil rakyat, Sardian akan mencoba berkoordinasi dengan Komisi II DPRD Lobar. Dia akan meminta Komisi II agar memanggil manajemen Taman Narmada. "Agar ada evaluasi, termausk pembenahan-pembenahan," katanya lagi. (bib/r3)
Editor : Galih Mps