Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banjir Sekotong, Satu Meninggal dan Ratusan Rumah Terendam

Baiq Farida • Selasa, 14 Februari 2023 | 16:50 WIB
BANJIR: Seorang warga di perumahan nelayan Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak sedang melewati genangan air setinggi dada orang dewasa yang membanjiri rumahnya, belum lama ini. (Subhan for Lombok Post)
BANJIR: Seorang warga di perumahan nelayan Kampung Baru, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak sedang melewati genangan air setinggi dada orang dewasa yang membanjiri rumahnya, belum lama ini. (Subhan for Lombok Post)
GIRI MENANG-Lima desa di Kecamatan Sekotong dikepung banjir, Senin (13/2). Bencana alam akibat guyuran hujan sejak dini hari itu menggenangi ratusan rumah hingga air masuk ke dalam rumah mereka.

Bahkan, banjir tersebut memakan satu korban jiwa. Seorang bocah perempuan berusia delapan tahun bernama Sahira meninggal dunia karena tertimpa runtuhan tembok rumah. "Korban berasal dari Dusun Sepi, Desa Buwun Mas," kata Petugas Tagana Kecamatan Sekotong Mardiansyah.

Selain Desa Buwun Mas, banjir juga terjadi di Desa Sekotong Tengah, Desa Persiapan Empol, Desa Persiapan Pengantap, dan Desa Taman Baru. "Sebelumnya terjadi hujan lebat sejak malam hari sampai pagi hari. Jadi, penyebabnya karena hujan," ujarnya.

Mardiansyah mengaku, hingga saat ini belum dipastikan kerugian materi yang ditimbulkan. Tetapi data sementara, pihaknya mencatat ada enam rumah rusak. Lima di antaranya di Desa Persiapan Pengantap, dan satu rumah rusak di Desa Buwun Mas.

"Saat ini kami di Tagana dan tokoh masyarakat melakukan pendataan jumlah kerugian materi, dan jumlah rumah terdampak, serta analisa kebutuhan mendesak," terang Mardiansyah.

Dia menyebutkan, ada beberapa kebutuhan mendesak yang dibutuhkan. Seperti terpal, selimut, makanan siap saji, matras, dan air bersih. "Kami akan koordinasi dengan pihak terkait, serta segera distribusi bantuan tanggap darurat," ujarnya.

Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta mengatakan, personel gabungan Polres Lobar akan tetap standby di lokasi untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Sebab, saat ini intensitas hujan masih tinggi. "Kami bersama warga langsung membersihkan rumah-rumah terdampak, serta membersihkan sampah-sampah yang tersumbat di saluran pembuangan air," jelasnya.

Ketika kejadian, air juga menggenang di beberapa ruas jalan sekitar Kecamatan Sekotong. Karena itu, polisi juga melakukan pengaturan arus lalu lintas. "Air sudah surut, namun dengan intensitas hujan masih tinggi, sehingga warga yang tinggal di tempat lebih rendah dari saluran air masih tergenangi air,” imbuhnya.

Dia mengaku, pihaknya bersama stakeholder terkait terus melakukan beberapa bentuk penanganan. Termasuk mendata rumah rusak dan warga terdampak. “Kita masih belum bisa pastikan berapa jumlahnya, yang jelas kami tengah berupaya membantu warga," tutup Suriarta. (bib/r3)

 

  Editor : Baiq Farida
#banjir Sekotong