Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Najamudin, Tukang Ojek yang Kini jadi Kades Guntur Macan Gunung Sari

Galih Mps • Kamis, 6 Juli 2023 | 20:00 WIB
DIPENUHI SAMPAH: Tampak hulu sungai yang menjadi muara pertemuan antara air tawar dan laut terlihat dipenuhi sampah di Labuhan Haji, belum lama ini.
DIPENUHI SAMPAH: Tampak hulu sungai yang menjadi muara pertemuan antara air tawar dan laut terlihat dipenuhi sampah di Labuhan Haji, belum lama ini.

Nasib baik berpihak kepada Najamudin. Bermula dari profesi sebagai tukang ojek di Pasar Gunung Sari, dia kini terpilih menjadi kepala desa di desanya.


HABIBUL ADNAN, GIRI MENANG 


Hari Kamis, tanggal 22 Juni 2023 menjadi sejarah baru dalam lembaran hidup Najamudin. Iya, per tanggal itu, dia resmi menjabat sebagai Kepala Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari. Jabatan yang tak pernah terpikirkan olehnya.


Pria 46 tahun itu memang tak pernah menyangka mampu menduduki kursi empuk Kepala Desa. Apalagi, dia awalnya hanyalah seorang tukang ojek di kampungnya. "Jadi, tidak pernah berpikir sama sekali bisa menjadi seperti saat ini," katanya.


Bapak tiga anak ini menjadi tukang ojek selama enam tahun, yaitu sejak tahun 2009 silam. Seiring perjalanannya sebagai tukang ojek, dia dipercaya menjadi Kepala Dusun Apit Aik, Desa Guntur Macan. "Meski dipercaya sebagai kadus, saya tetap ngojek," katanya.


Dalam menjalani profesinya itu, Najamudin ngepos di Pasar Gunungsari. Sebelum tahun 2009, dia bekerja serabutan. Bahkan pernah merantau ke Negeri Jiran Malaysia. "Oleh sebagian warga, saya dikenal sebagai kadus ngojek," ujarnya.


Dari hasil usaha sebagai tukang ojek itu, Najamudin mencoba buka usaha batako. Usaha itu mulai dirintisnya pada tahun 2016 dan ditekuni hingga sekarang. "Saya sewa tanah ukuran diameter 1,5 are. Sewanya ketika itu Rp 1,5 juta," kata pria kelahiran 1977 itu.


Setelah usaha batakonya mulai berkembang, Najamudin berhenti jadi tukang ojek. Sedangkan jabatan sebagai kadus tetap dipertahankan. "Kemudian ditawari masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa. Dengan modal pengabdian sebagai kadus selama 11 tahun, Alhamdulillah saya akhirnya terpilih sebagai Kepala Desa Guntur Macan," ujarnya.


Bagi Najamudin, pemimpin itu bukan dibentuk atau sengaja diciptakan, akan tetapi dilahirkan. Dengan kepercayaan penuh masyarakat itu, dia berjanji bekerja dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. "Dalam memimpin desa, saya menerapkan pola "bekerja bersama'," ujarnya.


Penerapan sinergitas itu dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat. Baik untuk sektor pembangunan maupun terkait pengelolaan anggaran. Dengan begitu, dia optimistis, Desa Guntur Macan akan menjadi lebih baik. "Karena desa kami punya banyak potensi," kata Najamudin.


Najamudin mencontohkan dengan sejumlah kekayaan potensi alam. Misalnya Air Terjun Teranggilis Geopark dan Air Terjun Tibu Belo. Dia berjanji akan memaksimalkan kekayaan alam tersebut. "Potensi di desa kami banyak sekali, dan ini bisa menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes)," tutupnya.(*/r3)

Editor : Galih Mps
#Lobar