Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkab Lobar Apresiasi Jumat Salam dan NTB Belondong

Galih Mega Putra S • Senin, 30 Oktober 2023 | 12:10 WIB
KOMPAK PAKAI SARUNG: Pj Gubernur NTB bersama beberapa pejabat Pemprov serta pejabat Pemkab Lobar saat launching Jumat Salam dan Jumat Belondong.(DISKOMINFOTIK LOBAR for LOMBOK POST)
KOMPAK PAKAI SARUNG: Pj Gubernur NTB bersama beberapa pejabat Pemprov serta pejabat Pemkab Lobar saat launching Jumat Salam dan Jumat Belondong.(DISKOMINFOTIK LOBAR for LOMBOK POST)

LombokPost-Pemprov NTB memiliki program baru dalam rangka mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Yaitu Jumat Salam atau Jumpai Masyarakat Selesaikan Aneka Persoalan Masyarakat, dan program NTB Belondong.

Kedua program itu telah dilaunching di Kebon Ayu, Kecamatan Gerung Jum'at (27/10) lalu oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTB HL Gita Ariadi.

Program tersebut diapresiasi Pemkab Lobar. Sekda Lobar H. Ilham mengatakan, ini merupakan inovasi baru dari pemprov. "Sangat positif dan diharapkan dapat disinergikan dengan program yang ada di Lombok Barat," ujarnya.

Dia mengatakan, Pemkab Lobar memiliki program serupa. Yaitu pemda menyapa desa. Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah turun ke desa-desa di 10 kecamatan untuk menyapa masyarakat secara langsung. "Sangat pas kalau dikolaborasikan," kata Ilham.

Pj Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi saat launching belum lama ini menyampaikan, Jumat Salam dan  Jumat Belondong merupakan cara pemerintah mendekatkan diri dengan masyarakat. Melalui Jumat Salam, katanya, masyarakat bisa memberikan masukan kepada pemerintah, sehingga berbagai masalah di desa dapat diselesaikan.

Momen tersebut menjadi sarana efektif untuk menyerap berbagai aspirasi dan keinginan masyarakat. Dia menambahkan, program ini terinspirasi dari kegiatan Jumat Bersih yang dilaksanakan di Desa Kebon Ayu.

Sementara untuk program Jumat Belondong merupakan bentuk pemberdayaan UMKM lokal. Dalam pelaksanaannya, semua Kepala OPD di lingkungan Pemprov NTB diwajibkan menggunakan sarung yang merupakan tenun lokal NTB. Gita yakin, ini akan menggerakkan ekonomi masyarakat yang ada di desa.

"Seluruh OPD akan turun ke desa/kelurahan menyapa masyarakat dan menyelesaikan sejumlah persoalan, dan ketika menyapa masyarakat itu wajib menggunakan sarung tenun," tutup Gita. (bib/r3)

Editor : Kimda Farida
#Giri Menang #Lobar #Kebon Ayu