LombokPost-Lombok Barat memiliki 60 desa wisata yang tersebar di beberapa desa. Dari jumlah tersebut, ada yang baru mulai dikembangkan, dan ada juga yang sudah memperoleh penghasilan bagi desa.
Kepala Dinas Pariwisata Lobar Fajar Taufik mengatakan, desa wisata yang baru memulai dikategorikan sebagai rintisan.
Sedangkan yang sudah memberikan dampak positif bagi kemajuan desa karena telah menghasilkan pemasukan, dikategorikan sebagai wisata desa berkembang.
Dia mengaku, ada 31 desa wisata rintisan. Sedangkan kategori berkembang sebanyak 29. Dia mengatakan, wisata desa rintisan ini terus didorong agar naik kelas menjadi berkembang.
"Ini terus kita dampingi," jelasnya kepada Lombok Post Senin (30/10).
Wisata desa rintisan masih berpotensi terus bertambah. Sebab, masih ada beberapa desa yang punya potensi yang layak dikembangkan menjadi destinasi wisata.
"Harapannya, itu dikelola, dan dijadikan obyek wisata desa," kata Fajar.
Sementara untuk wisata desa kategori berkembang, terdapat di beberapa kecamatan. Fajar mencontohkan dengan wisata Lembar Selatan, Kecamatan Lembar. Obyek ini masuk Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun ini.
Kemudian ada juga wisata desa Sedau dan Buwun Sejati, Kecamatan Narmada. Pemerintah akan terus bekerja maksimal dalam mendorong desa wisata rintisan menjadi berkembang.
Sehingga tahun depan, semakin banyak wisata desa di Lobar yang menjadi tujuan wisatawan.
Fajar mengaku, di atas kategori rintisan dan berkembang itu, ada kategori maju. Tetapi untuk mencapai level itu tidak mudah. Di Lobar sendiri belum ada wisata desa maju.
"Belum ada target kesana. Yang pasti, wisata desa rintisan dan berkembang ini akan terus kita bina," pungkasnya. (bib/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post