LombokPost-Pedagang di pasar Kediri mengaku kenaikan harga tomat beberapa waktu terakhir ini sangat mencekik. Salah seorang pedagang, Winarti mengatakan harga tomat perkilonya pun tembus Rp 21 ribu.
“Yang biasanya Rp 10 ribu sekilo, sekarang satu biji aja sudah Rp 2 ribu. Kita mau diet udah ini,” kata Winarti sambil menjajakan dagangannya.
Winarti mengeluhkan dengan kenaikan harga tomat ini dagangannya lama laris. Dirinya biasa membeli tomat dari petani satu keranjang. Kemudian biasanya akan habis terjual dalam waktu satu hari. Namun saat ini, tomat satu keranjang tersebut baru bisa habis terjual setelah tiga hari.
"Tetep sih kita ngambil setengah timbang atau satu keranjang, tapi jadi 3 hari dijual. Kita juga takut kalau ga laku bisa jadi busuk,” imbuhnya.
Banyak dari pedagang tomat memang mengambil tomat dari petani Lombok Timur. Yang juga beberapa stok dikirim atau dijual ke luar daerah. Pengiriman tersebuah yang membuat stok dalam daerah kian menipis dan membuat lonjakan harga.
"Bantu kami biar harga stabil lah, biar gak sakit kepala. Tiap hari minum bodrex kita," keluh pedagang yang sudah 20 an tahun berjualan di pasar Kediri.
Selain harga tomat, cabai merah besar juga alami kenaikan satu pekan terakhir ini. Harganya mencapai Rp 70 ribu perkilonya. Ini juga menjadi keluhan pedagang yang awalnya Rp 25 ribu per kilogram. Saat ini menembus harga Rp 70 ribu per kilogram. Beda hal nya dengan cabai rawit yang saat ini harganya justru mengalami penurunan.
"Cabai merah minta ampun, loncat jauh harganya,” imbuhnya sambil melayani pembeli.
Pihaknya pun berharap ada upaya dari Pemerintah untuk membantu menekan lonjakan harga tersebut. Lantaran mereka juga sudah merasa kehabisan modal untuk membeli tomat dan sayuran lainnya.
"Modal paling kita harus punya di atas Rp 5 juta kalau sekarang ini," kata wanita asal Sedayu ini.
Sayur-sayuran yang dijualnya tersebut pun ditargetkan harus habis dalam waktu dua hari. Karena jika tidak, mereka harus siap-siap merugi karena kondisi sayurnya yang sudah tidak lagi segar atau membusuk.
Dalam kesempatan yang sama, salah satu pembeli di Pasar Kediri Ida Erwani, juga mengeluhkan hal yang sama. Kenaikan harga tomat, cabai, dan beras ya g tidak kinjung stabil ini dikatakannya sangat mencekik.
Ia berharap Pemerintah segera dapat mengambil langkah. Untuk membantu ketersediaan pangan dan konsumsi masyarakat lebih terjangkau.
“Ini kebutuhan pokok rakyat kecil juga bukan hanya untuk kebutuhan orang beruang,” kata Ida.
Biasanya ia membeli 1 kilogram per hari cukup untuk satu minggu. Namun kali ini lebih irit lagi untuk menggunakan tomat. “Bagaimana solusinya agar lebih murah?” ucapnya. (chi/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post