LombokPost-Penamaan jalan bypass sudah diresmikan pada akhir Desember tahun lalu.
Namun hingga saat ini belum ada warga yang melakukan perubahan Administrasi Kependudukan (adminduk) terkait dengan alamatnya.
“Belum ada yang datang,” kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Lombok Barat Fathurrahman saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, hingga saat ini tidak ada warga yang melakukan perubahan alamat.
Bahkan, ia mengatakan perubahan nama jalan tersebut tidak banyak melewati perumahan warga.
Bisa dilihat dari pemanfaatan ruang yang ada di sekitaran bypass. Lebih banyak dihiasi warung dan bangunan tidak tetap.
“Mereka numpang buka warung, bengkel, atau buka usaha lainnya. Jadi tidak butuh mengganti adminduk,” jelas Fathurrahman.
Terkait dengan itu, menurutnya, perubahan nama jalan bypass pun tidak berpengaruh pada perumahan yang banyak terdapat di Labuapi.
Karena menurutnya, tidak ada perumahan yang langsung dilewati jalan bypass.
Terlebih lagi, warga yang memiliki perumahan lebih banyak hanya membeli aset, tidak menempati.
Kemudian jika tinggal mereka masih menggunakan alamat lama atau asalnya.
“Labuapi belum ada rumah yang langsung dilewati jalan. Entah satu atau dua bulan kedepan mungkin ada yang datang mengubah,” terangnya.
Baca Juga: Lakalantas di Bypass BIL-Mandalika, Satu Orang Meninggal, Mobil Minibus Dibakar Massa
Tidak hanya itu, belum adanya warga yang melakukan perubahan adminduk juga dikarenakan ketidaktahuan masyarakat akan perubahan nama jalan.
Belum ada sosialisasi dari Dukcapil Lobar ataupun Dishub NTB yang menangani pergantian nama jalan ini.
Dinas baru hanya memasangkan plang nama.
“Pada saatnya akan seperti itu nanti, dukcapil akan mencari tahu langsung warga yang terlewati rumahnya oleh jalan,” ucapnya.
Pihak Dukcapil Lobar pun sampai saat ini belum memiliki data khusus terkait warga yang bertempat tinggal di sekitaran bypass.
Sebagai informasi, ruas jalan dari Mataram Metro sampai Giri Menang Square (GMS) kini diberi nama Aria Raden Muhammad Ruslan Tjakraningrat, Gubernur periode 1958 hingga 1968.
Kemudian, dari bundaran GMS hingga bundaran Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) disematkan nama gubernur kedua di NTB yakni HR Wasita Kusuma.
Terakhir, dari bundaran Bizam ke Bundaran Songgong dengan panjang jalan 17,3 kilometer, disematkan nama H Gatot Suherman, Gubernur ketiga NTB dalam masa jabatan dua periode yaitu mulai dari 30 Agustus 1978 hingga 30 Agustus 1988. (chi/r3)
Editor : Kimda Farida