LombokPost-Korban bencana yang terjadi Maret lalu sampai saat ini masih belum menerima bantuan.
Hal tersebut terjadi karena stok beras di gudang BPBD Lobar tidak tersedia.
BPBD juga telah meminta bantuan melalui CSR PT Pelindo tetapi belum mendapatkan respons.
”Tidak ada jawaban dari Pelindo jadi tidak ada bantuan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lobar Hartono Ahmad.
Hartono menyebut cadangan beras untuk bantuan kebencanaan di gudang BPBD sudah habis.
Beras tersebut sudah disalurkan kepada korban angin puting beliung di Senteluk yang terjadi November 2023 lalu.
Termasuk korban puting beliung yang terjadi Maret 2024.
Bahkan bantuan untuk November didapatkan dari hutang pihak ketiga dulu.
”Sudah tidak ada dana untuk beli. Karna untuk November pun belum dibayar,” bebernya.
Jika melakukan penyaluran kembali, jumlah nelayan yang terdampak cukup banyak.
Diperkirakannya, ada sekitar 35 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Sekotong yang belum dapat bantuan. Dengan jatah masing-masing sekitar 25 kilogram per orang.
”Kurang lebih seperti itu. Yang lain sudah dibantu Dinsos dulu,” katanya.
Hartono menegaskan kembali, BPBD tidak memiliki anggaran untuk bantuan itu.
Karena hal ini bersifat bantuan, tidak bisa dipenuhi untuk semua yang meminta bantuan.
”Paling kita bantu ya tiga hari atau seminggu saja. Apalagi sudah musim rob itu semua minta bantuan. Sedangkan pemda tidak bisa memenuhi,” tuturnya.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan (Dikpangan) Lobar Halid mengatakan, terkait bantuan tersebut sudah dibahas internal.
Namun, kendala anggaran dan stok beras yang membuat Dikpangan tidak dapat mengakomodir semuanya.
”Nelayan di pantai Sekotong, Batulayar, Kuranji dan Lembar itu sudah kita bicarakan,” kata Halid.
Halid juga mengaku belum mengetahui jelas data nelayan yang terdampak.
Sebab masih menunggu laporan dari BPBD Lobar.
”Nanti segera kita pastikan datanya di BPBD,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida