LombokPost-Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Barat (Lobar) akan melakukan pembenahan untuk beberapa puskesmas yang ada di Lobar.
Seperti rencana Puskesmas Gunungsari yang akan naik status menjadi rumah sakit. Begitu juga dengan Puskesmas Meninting yang akan diperluas.
”Puskesmas Gunungsari kita tingkatkan. Puskesmas Meninting kita perluas,” kata Kepala Dikes Lobar Arief Suryawirawan di kantornya, beberapa waktu lalu.
Arief menjelaskan Dikes memiliki atensi yang besar terhadap Puskesmas Meninting. Karena wilayah Meninting menjadi pintu keluar-masuk wisatawan.
Sehingga perlu memiliki fasilitas pelayananan yang bagus. Rencananya perluasan puskesmas dilakukan dengan membebaskan Kantor Desa Meninting yang lokasinya bersebelahan dengan Puskesmas Meninting.
”Sedang kita upayakan, semoga diberi kemudahan. Mungkin kantor desa dipindah ke selatan ada lahan yang cukup luas,” jelasnya.
Rencana tersebut sudah dibicarakan sejak zaman Bupati Lobar Fauzan Khalid. Namun saat itu masih dipikirkan lokasi perluasannya.
Karena untuk penganggaran datang dari pusat, yang disyaratkan terlebih dulu untuk memastikan ketersediaan lahan.
”Tanahnya harus didapatkan dulu. Baru anggarannya bisa keluar,” terangnya.
Menurut Arief, lahan yang dibutuhkan 20 sampai 30 are.
Untuk membangun IGD dan rawat inap di Puskesmas Meninting yang ditujukan juga sebagai pelayanan masyarakat dan wisatawan.
Selain itu, pengembangan Puskesmas Gunungsari sebagai rumah sakit juga masih dilakukan perencanaan lokasi yang lebih startegis.
Agar masyarakat mudah untuk mengakses. Ditambah lagi dengan permasalahan anggaran, yang diakuinya tahun ini mungkin masih belum bisa terealisasi. Lantaran, tahun ini akan digelar pilkada.
”Sudah kita usulkan ke kementerian. Tapi mungkin tahun ini belum, karena tahun politik. Jadi anggaran yang tidak terlalu urgent belum bisa. Tetap kita upayakan tahun depan,” cetusnya.
Pengembangan puskesmas Gunungsari menjadi rumah sakit ini sangat diperlukan. Mengingat jumlah penduduk yang dilayani puskesmas sangat tinggi.
Sedangkan idelanya, satu puskesmas melayani 30 jiwa penduduk. Kemudian desa yang dilayani puskesmas bervariasi ada yang lima sampai 11 desa. Dengan jumlah pegawai kesehatan yang ada di masing-masing puskesmas rata-rata sekitar 40 sampai 100 orang.
”Artinya kita butuh puskesmas baru, karena belum ideal. Kasihan nakes melayani banyak sekali warga,” jelasnya.
Meski di wilayah Gunungsari sendiri sudah ada tiga puskesmas. Yakni Puskesmas Penimbung, Puskesmas Gunungsari dan Puskesmas Sesela.
Beberapa desa juga membutuhkan tambahan puskesmas. Seperti di Narmada, puskesmas yang ada melayani 11 desa. Kemudian di wilayah Kuripan juga butuh tambahan puskesmas untuk melayani wilayah bagian selatan.
”Kita juga butuh puskesmas disana,” ucapnya.
Kemudian di Lobar bagian selatan, seperti Sekotong juga membutuhkan rumah sakit.
Dengan kondisi jumlah masyarakat yang banyak dan juga geografis yang jauh dari perkotaan.
Yang konon pernah diwacanakan Puskesmas Sekotong dijadikan rumah sakit, kemudian puskesmas yang ada dipindah ke Buwun Mas. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida