LombokPost--Memasuki high season tingkat hunian hotel di Senggigi mengalami peningkatan.
Hal tersebut terjadi sejak Juli lalu dan diprediksi akan memuncak Agustus ini.
”Rata-ratanya di 80 persen,” kata Ketua Senggigi Hotels Association (SHA) Ketut M Jaya Kusuma, Jumat (9/8).
Pria yang juga sekaligus sebagai General Manager (GM) Holiday Resort ini mengaku adanya peningkatan okupansi di hotel yang dipimpinnya.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, okupansi hanya mencapai 20 persen.
”Okupansi kita ada di 92 persen. Perkiraan closing di 95 persen. Ada peningkatan signifikan lah,” katanya.
Okupansi tersebut mengisi dari total 198 kamar. Dengan dominasi tamu mancanegara sekitar 80 persen.
Ada yang berasal dari Jerman, Australia, Belanda, Prancis, Italia, Malaysia, dan Singapura. Rerata hari menginap tamu selama tiga malam.
Hal senada juga dikatakan GM Merumatta Senggigi Fahrurrazi.
Okupansi hotel saat ini sudah mencapai 100 persen.
Selain high season, fullnya okupansi Merumatta dipicu adanya event MotoGP pada September mendatang.
”Pemesanan kamar jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan event,” kata Fahrurrazi.
Mengantisipasi tingginya minat pengunjung selama MotoGP, Merumata Hotel telah berhasil mendapatkan bookingan penuh untuk periode 27-29 Agustus nanti.
Dari seluruh 167 kamar yang tersedia telah terisi penuh.
”Semua kamar kami sudah terisi penuh untuk periode MotoGP 2024,” terangnya.
Menurut Fahrurrazi, tamu yang menginap di Hotel Merumata berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada juga tamu mancanegara.
Durasi menginap rata-rata selama 2-3 hari, dengan sebagian besar tamu memilih untuk memperpanjang masa tinggalnya untuk menikmati keindahan alam Lombok.
”Kami berharap kualitas penyelenggaraan MotoGP semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dengan begitu, akan semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke Lombok,” tandasnya. (chi/r12)
Editor : Kimda Farida