LombokPost- Kepala Desa Kedaro, Kecamatan Sekotong H Mustafa mengeluhkan kondisi jalan di wilayahnya yang rusak parah.
Sampai saat ini, jalan tersebut belum juga diperbaiki. Padahal, jalan tersebut kerap menimbulkan kecelakaan.
"Kondisi jalan ini rusak parah. Bahkan sering memakan korban," kata H Mustafa.
Sampai saat ini, belum ada kejelasan kapan jalan ini akan diperbaiki.
Kebijakan pemangkasan anggaran sebagai dampak efisiensi diduga akan berpengaruh terhadap tertundanya perbaikan jalan ini.
Kades menyebut akses jalan ini sangat vital mengingat satu-satunya jalan terdekat di daerah itu.
Jalan ini menghubungkan Kedaro menuju Tawun Sekotong Barat atau arah sebaliknya.
Informasi yang dihimpun Lombok Post, awalnya jalan sepanjang 2 kilometer telah dianggarkan Rp 7,9 miliar.
Namun sayangnya, anggaran ini dirasionalisasi. Sehingga rencana perbaikan jalan terpaksa ditunda.
"Kami sangat berharap agar jalan ini diperbaiki. Karena kami yang di daerah terpencil membutuhkan jalan itu," harap kades.
Selain jalan itu, ada juga akses jalan kabupaten antar Desa Kendaro dengan Sekotong Tengah yang rusak parah.
Titik ini juga kerap terjadi kecelakaan dan menelan korban jiwa. Akses jalan ini juga butuh penanganan dari Pemkab.
Terpisah, Kadis PUTR Lobar Lalu Winengan mengatakan, anggaran pembangunan jalan sebesar Rp 26,5 miliar masih menggantung.
Ini merupakan dampak dari efisiensi anggaran.
Namun hasil komunikasinya yang terbaru, anggaran tersebut berpeluang besar akan dikembalikan pertengahan tahun nanti.
"Dikembalikan dalam bentuk Inpres Jalan Daerah (IJD). Insya Allah Jalan Kedaro tetap dibangun Bulan Mei. Sudah saya ketemu Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Moh Zainal Fatah," kata Winengan dikonfirmasi Lombok Post.
Winengan bersama Sekda Provinsi NTB Lalu Gita Ariadi memperjuangkan anggaran untuk pembangunan sejumlah infrastruktur fisik. Termasuk diantaranya pembangunan jalan.
"Insya Allah itu akan kembali. Bahkan kami minta tambahan," tandasnya. (ton)
Editor : Kimda Farida