LombokPost - Arus mudik mulai mengalami peningkatan di Pelabuhan Lembar H-6 Lebaran Idul Fitri, Selasa (25/3).
Lonjakan penumpang ini terjadi baik di pelabuhan yang dikelola Pelindo maupun ASDP.
Sejumlah pemudik memilih pulang kampung lebih awal menghindari kemacetan panjang menjelang hari raya nanti.
"Saya pilih pulang kampung lebih awal karena takut nggak kebagian tiket nanti," ujar Mumun, salah satu warga kepada Lombok Post.
Mumun mengaku bekerja di salah satu tambak udang di Lombok Timur.
Dia sudah jauh hari merencanakan pulang ke kampung halaman di Surabaya.
Dia berupaya menghindari kemacetan dan penumpukan sehingga memilih waktu H-6.
Menyusul, puncak arus mudik diperkirakan mulai berlangsung tanggal 28 Maret ke atas.
Pantauan Lombok Post, penumpang kapal di Pelabuhan Pelindo Lembar kemarin cukup ramai.
Bahkan, penumpang harus dibagi menjadi beberapa tahap untuk naik ke atas kapal agar tidak terjadi aksi saling dorong untuk berebut naik kapal.
"Terhitung sejak H-7 ini tercatat ada 9.365 penumpang baik yang melalui Pelabuhan Terminal Lembar maupun Gili Mas. Naik 10 persen dibandingkan tahun lalu," jelas Branch Manager Pelindo Lembar Kunto Wibisono.
Sementara untuk kendaraan, jumlahnya juga naik 4 persen di angka 7.953 unit. Angka ini meningkat dibandingkan arus mudik lebaran tahun lalu.
Selama arus mudik lebaran maupun arus balik nanti, total ada 12 armada yang telah disiapkan pihak Pelindo bekerja sama dengan lima perusahaan yang ada.
"Jumlahnya tetap. Sejauh ini belum ada rencana penambahan," jelas Kunto, sapaannya.
Pihak Pelindo Lembar memprediksi jika puncak arus mudik bakal berlangsung tanggal 29 Maret mendatang.
Serupa dengan kondisi di Pelabuhan Pelindo, lonjakan penumpang juga sudah mulai terjadi di Pelabuhan Lembar sejak Senin (24/3) lalu.
Branch Manager ASDP Lembar Agus Djoko Trianto memaparkan peningkatan yang terjadi cukup signifikan.
"Untuk penumpang ada lonjakan sekitar 31 persen dibanding tahun lalu. Kalau tahun 2024, penumpang sebanyak 4.150 penumpang, tahun ini jumlahnya mencapai 5.245 penumpang," jelasnya.
Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah menjelang Lebaran Idul Fitri.
Jumlah kenaikan penumpang juga diikuti angkutan kendaraan roda dua yang mencapai 49 persen.
Dari jumlah tahun lalu 906 unit H-7, sekarang mencapai 1.347 unit kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat dari 122 di tahun lalu menjadi 160 tahun ini.
"Namun untuk kendaraan truk yang awalnya 131 unit justru turun di angka 123 unit," paparnya. (ton/r4)
Editor : Kimda Farida