LombokPost - PT Air Minum Giri Menang berupaya menghadirkan layanan prima bagi pelanggannya.
Untuk memastikan ketersediaan air bersih di tengah ancaman musim kemarau mendatang, Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) Sudirman melakukan kunjungan langsung ke sejumlah lokasi sumber mata air utama perusahaan.
Sumber air ini menjadi penopang pasokan air untuk Pelanggan di Wilayah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.
"Kami ingin memastikan bahwa meskipun kemarau datang, pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan lancar dengan baik. Skenario antisipatif akan kami persiapkan agar kita bisa memberikan pelayanan kepada lebih dari 150 rb Pelanggan," ujarnya di sela kunjungan.
Dalam kunjungannya ke sumber mata air tersebut, turut mendampingi Direktur Operasional Dadi Rahman, Direktur Umum dan Keuangan Aini Kurniati serta para manajer terkait beserta staf.
Kunjungan yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 8 April sampai 10 April. Dalam kunjungannya, Sudirmam memantau secara langsung kondisi debit air, kualitas sumber, serta kesiapan infrastruktur pendukung dalam mendistribusikan air ke pelanggan.
Beberapa titik yang dikunjungi antara lain adalah Sumber Mata Air Lembah Sempaga, Sesaot, Ranget, Sarasuta dan Saraswaka.
Sumber air baku dari dungai juga menjadi perhatian. Diantaranya adalah Sungai Remeneng dan Serepak.
Sumber-sumber tersebut merupakan beberapa diantara sumber yang dikhawatirkan akan berdampak pada musim kemarau mendatang.
Sudirman yang belum genap sebulan menjabat sebagai Direktur Utama PTAM Giri Menang menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipatif menghadapi musim kemarau yang diprediksi akan datang lebih cepat dan cukup panjang.
"Kondisi terkini, debit air dari masing-masing sumber masih dalam kondisi yang relatif normal," syukurnya.
Akumulasi debit air yang dihasilkan dari seluruh sumber masih diangka 4.016.789 meter kubik di Bulan Maret 2025.
Prediksi dari BMKG Bulan April ini sudah mulai memasuki musim kemarau.
Seperti sebelum-sebelumnya prediksi tersebut belum menentu, bisa lebih lambat atau lebih cepat. Sehingga sangat berdampak kepada debit air baku dari sumber-sumber.
Menjadi atensi khusus diawal kepemimpinan Sudirman, semua Sumber air baku dipastikan dapat beroperasi dengan maksimal, berjalan sesuai dengan SOP yang ada.
“Kami sudah memastikan kondisi Intake atau sumber air baku yang kami miliki. Kita pastikan semua beroperasi dengan baik sepanjang musim baik misim kemarau atau penghujan," paparnya.
PT Air Minum Giri Menang berikhtiar untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik dengan sumber air yang dimiliki.
"Walaupun tidak menutup kemungkinan ada faktor-faktor alam yang tidak bisa kita hindari. Namun yang pasti, kita tetap memastikan kegiatan operasional dapat berjalan dengan semestinya," sambung Sudirman.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Teknik juga turut melakukan pengecekan terhadap instalasi pipa serta sistem pengolahan air untuk memastikan semua dalam kondisi optimal.
Selain itu, evaluasi terhadap rencana cadangan distribusi air jika terjadi penurunan debit juga dibahas sebagai bagian dari skenario darurat.
Sudirman juga mengajak masyarakat untuk mulai melakukan penghematan air sejak dini dan memanfaatkan air secukupnya demi menjaga keberlanjutan.
“Keterlibatan masyarakat sangat penting. Jika kita bersama-sama menjaga dan menggunakan air secara bijak, maka kita bisa menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan aman,” tambahnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan pelayanan PTAM Giri Menang (Perseroda) kepada masyarakat, serta menjadi komitmen nyata bagi BUMD Air Minum yang saat ini terbesar di NTB dalam menjaga ketahanan air bersih di tengah perubahan iklim dan cuaca yang semakin tidak menentu. (ton)
Editor : Kimda Farida