Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Deluna, Balita Desa Tempos yang Alami Gangguan Syaraf Namun Ditelantarkan Kedua Orang Tuanya

Hamdani Wathoni • Rabu, 7 Mei 2025 | 23:23 WIB
MEMPRIHATINKAN: Deluna, balita berusia 2,5 tahun asal Desa Tempos, Lombok Barat tinggal bersama neneknya setelah ditelantarkan kedua orang tuanya sejak berusia dua minggu.
MEMPRIHATINKAN: Deluna, balita berusia 2,5 tahun asal Desa Tempos, Lombok Barat tinggal bersama neneknya setelah ditelantarkan kedua orang tuanya sejak berusia dua minggu.

LombokPost - Nasib malang dialami Deluna Shaquena Al Qodri, balita 2,5 tahun asal Dusun Luwuk Lauq, Desa Tempos, Kecamatan Gerung. Balita ini disinyalir menderita penyakit gangguan syaraf.

Ironisnya, dengan kondisinya saat ini, dia ditinggalkan kedua orang tuanya dan dirawat neneknya yang saat ini juga menderita penyakit katarak.

Deluna baru saja bangun saat wartawan mendatangi kediamannya. Dia dipangku neneknya, Fatimah.

Kondisinya sekilas terlihat normal seperti anak pada umumnya. Namun dia menderita penyakit gangguan syaraf sehingga harus terapi ke RSUD Tripat Gerung setiap pekan.

”Setiap Senin dan Kamis harus diantar terapi ke rumah sakit,” jelas Fatimah. Kondisi Deluna saat ini cukup memprihatinkan. Dia dirawat kakeknya Muliadi dan neneknya Fatimah.

Muliadi bekerja sebagai pengarat atau pencari rumput untuk sapi milik orang lain. Hasilnya nanti dibagi dua dengan pemilik sapi ketika sapi dijual atau berkembang biak.

Photo
Photo

Fatimah menceritakan Deluna lahir 2022 lalu. Bayi mungil dengan kulit putih bersih ini lahir dari rahim putrinya Lina Mayanti yang saat itu berusia 16 tahun dan menikah dengan Ari Gunawan. Sayangnya, sebelum lahir, kedua orang tua Deluna telah bercerai.

Sehingga sejak saat lahir, Deluna tak pernah disambangi ayahnya. Kemudian ibunya juga pergi meninggalkannya dua pekan setelah dia dilahirkan.

Akibatnya, Deluna yang saat itu membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya justru ditinggal ibu dan bapaknya.

Beruntung, neneknya Fatimah merawatnya dengan penuh kasih sayang. Fatimah yang saat itu berjualan di Pasar Gerung berupaya merawat cucunya setiap hari.

 

Namun dia harus menerima kenyataan berhenti berjualan ketika cucunya divonis menderita gangguan syaraf ketika berusia 8 bulan.

”Dia tidak bisa duduk, tidak bisa bicara dan yang lainnya seperti anak normal. Makanya saya berhenti bekerja, suami saya yang bekerja menjadi pengarat untuk kebutuhan sehari-hari,” tandasnya. (ton/r8)

Editor : Marthadi
#Tempos #Gangguan Syaraf #Balita