LombokPost -Demi mendukung perkembangan desa wisata di Lombok Barat (Lobar), Dinas Pariwisata (Dispar) Lobar terus berupaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) di desa wisata.
Salah satu bentuk upaya tersebut adalah memberikan pelatihan Penyajian dan Higienitas Kuliner kepada 25 pedagang atau pelaku usaha kuliner di Desa Wisata Kebon Ayu, Kecamatan Gerung.
Pelatihan yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) ini dilakukan di Kedai Pesona Alam Desa Kebon Ayu dan direncanakan berlangsung selama tiga hari sejak Rabu (14/5) hingga Jumat (16/5).
”Pentingnya penyajian kuliner yang baik dan menarik merupakan salah satu pendukung daya tarik destinasi agar tetap dikunjungi,” jelas Sekretaris Dinas Pariwisata Lobar Lalu Tajuddin.
Selain tampilan dan rasa, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli atau wisatawan yang berkunjung, faktor higienitas juga sangat penting untuk diperhatikan.
Ini untuk menjaga kepercayaan pengunjung atas apa yang kita sajikan.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Lobar Lalu Bandarungsit berharap semua peserta bisa mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari pelatihan ini.
Dia menginginkan dalam pelatihan ini ada interaksi, baik dengan para narasumber atau antar peserta untuk berbagi agar kendala atau apapun yang dihadapi selama ini.
”Jadi kalua ada masalah bisa langsung didiskusikan, dan kalau bisa langsung ketemu solusinya,” cetus Bandarungsit.
Baca Juga: Rinjani Gunung yang Ekstrem, BTNGR Mantapkan Sarana Keselamatan agar Tak Jatuh Korban Lagi
Bandarungsit juga berharap pelatihan ini sebagai penyemangat dalam mengembangkan desa wisata yang berujung pada kesejahteraan masayarakat.
”Semakin maju desa, semakin sejahtera pula masyarakat kita, dan itu sesuai dengan program bupati kita yakni Sejahteta Dari Desa,” tambahnya.
Kepala Desa Wisata Kebon Ayu Jumarsa yang juga hadir langsung saat pelatihan sangat menyambut baik pelatihan yang diberikan kepada warganya ini.
“Kami berterima kasih kepada Dispar Lobar. Saya rasa pelatihan ini sangat kami tunggu dan tepat karna ini yang kami butuhkan,” ungkapnya.
Jumarsa menekankan kepada peserta agar bisa mengambil ilmu dan mendengarkan saran dari pihak lain terlebih jika saran tersebut datang dari yang sudah berpengalaman dalam bidangnya.
”Semua yang didapat dari pelatihan ini juga jangan sampai tidak dipraktikkan nanti,” tandasnya.
Baca Juga: Pasien RSUP NTB Pulang Ditandu, Dirut Beri Jawaban Menohok, Begini Penjelasannya
Pelatihan Penyajian dan Higienitas Kuliner menghadirkan narasumber dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar, Politeknik Negeri Bali Kampus Lombok Barat serta Poltekpar Lombok. (ton/r8)
Editor : Kimda Farida