Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diduga Dibunuh di Johor Malaysia, PMI Asal Lombok Barat Dipulangkan Hari Ini

Hamdani Wathoni • Selasa, 10 Juni 2025 | 13:11 WIB
TUNGGU KEPULANGAN JENAZAH: Ketua Komisi IV DPRD Lobar Muhali menemui pihak keluarga menunggu kepulangan jenazah PMI asal Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada.
TUNGGU KEPULANGAN JENAZAH: Ketua Komisi IV DPRD Lobar Muhali menemui pihak keluarga menunggu kepulangan jenazah PMI asal Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada.

LombokPost –Kabar duka tetangga keluarga Sahri Ramdan, 28 tahun, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Dusun Batu Asak, Desa Buwun Sejati, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

PMI asal Lombok ini melaporkan kematian dunia di Johor, Malaysia.

Dia diduga menjadi korban pembunuhan oleh sesama pekerja migran asal Indonesia.

Kabar duka ini dibenarkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Muhali.

Ia menyebutkan telah mengunjungi keluarga korban dan memastikan proses pemulangan jenazah Sahri Ramdan segera dilakukan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Informasi yang kami terima, jenazah PMI asal Lombok ini akan dipulangkan hari ini,” ujar Muhali, Selasa (10/6).

Baca Juga: Lindungi PMI, Lotim Berencana Membuat Rumah Aman

Meski penyebab pasti kematian Sahri Ramdan masih dalam penyelidikan, informasi yang beredar menyebutkan korban tewas akibat ditusuk.

PMI asal Lombok Barat awalnya sempat dipanggil karena diseruduk sapi.

Namun, rilis media dari Malaysia menyebutkan dugaan kuat bahwa korban dibunuh.

Namun untuk hal yang berkaitan dengan kasus hukum jika memang terbukti kasus pembunuhan, keluarga dikatakan Muhali menyerahkan kepada pihak berwajib dalam hal ini kepolisian Malaysia untuk melakukan proses hukum sebagaimana mestinya.

"Informasi awal yang saya terima, pertama infonya diseruduk sapi. Kedua, ada saya terima ada rilis berita Malaysia apakah benar itu dibunuh atau tidak, kami tidak berani menjustifikasi," ucap Muhali.

Baca Juga: Sebanyak 920 Pekerja Migran Indonesia Asal NTB Berhasil Dipulangkan

Yang terpenting menurutnya saat ini adalah jenazah yang dipulangkan dan hak PMI yang meninggal dunia diberikan, b aik santunan asuransi dan lainnya.

Sahri Ramadan menurut informasi diketahui berangkat ke Malaysia dan bekerja di Johor tahun 2023 lalu melalui PT Kijang Raya Lombok.

“Dari pihak keluarga berharap jenazah anaknya bisa tiba di Lombok. Mereka sudah menerima dan ikhlas. Yang penting jenazahnya bisa dimakamkan dan didoakan sesuai syariat agama,” kata Muhali.

Dilaporkan dari BBC News Indonesia, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha membenarkan danya dugaan pembunuhan terhadap WNI.

Dia juga membenarkan bahwa lima WNI telah menahan pihak Kepolisian Malaysia terkait dugaan pembunuhan.

Kelima PMI tersebut kini ditahan selama tujuh hari untuk keperluan penyelidikan dan akan dijerat Pasal 302 Kanun Keseksaan Malaysia, dengan ancaman hukuman mati.

Baca Juga: Hari Migran Internasional, Momentum BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Literasi Jamsostek Bagi Pekerja Migran Indonesia

“Korban berinisial SR, merupakan PMI asal Lombok. Lima WNI lainnya kini dalam proses penyelidikan. Semuanya bekerja di sektor perkebunan di Johor,” ungkap Judha.

Pemerintah melalui KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Johor Bahru saat ini aktif memberikan pendampingan kekonsuleran dan terus mengikuti perkembangan kasus ini.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat, Lalu Martajaya Sahri Ramdan mengatakan, diketahui korban berangkat ke Malaysia resmi melalui PT Kijang Lombok Raya pada tahun 2023.

Ia menyebutkan informasi meninggalnya Sahri baru diterima dari media sosial dan pihak BP3MI NTB.

“Statusnya kami cek, info terakhir dari BP3MI bahwa PMI ini sudah selesai kontrak,” ujar Martajaya.

Pemulangan jenazah PMI asal Lombok ini dijadwalkan dilakukan sore hari pukul 18.00 waktu setempat.

Keluarga Sahri Ramdan yang berada di Lombok Barat sudah menerima kabar tersebut dengan lapang dada, dan hanya berharap jenazah anaknya segera tiba di tanah air untuk dimakamkan sesuai syariat Islam. (ton)

Editor : Kimda Farida
#disnaker #Lombok Barat #Pekerja Migran #PMI #pembunuhan