LombokPost – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siap menggelontorkan dana fantastis sekitar Rp 250 miliar hingga Rp 350 miliar untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kuripan, Lombok Barat. Proyek monumental ini ditargetkan mulai digarap pada September 2025 dan diharapkan rampung sebelum tahun ajaran baru Juni 2026 tahun depan.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Menteri PUPR Dody Hanggodo saat meninjau lokasi sementara Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat di Sentra Paramita Mataram, Senin (14/7).
Sekitar 100 siswa SRMP 18 telah mulai berdatangan di lokasi sementara ini. Dody Hanggodo tak segan mengecek langsung kondisi asrama, ruang belajar, kamar mandi, hingga fasilitas makan dan olahraga yang ada.
"September kita sudah mulai groundbreaking dan pembangunan ini harus sudah rampung pada Juni 2026," jelas Dody kepada wartawan.
Menteri Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan Sekolah Rakyat yang representatif.
Anggaran pembangunan sekolah ini disesuaikan dengan luasan lahan yang mencapai 9 hektare. "Tergantung luasnya, (di Kuripan) itu 9 hektare, bisa Rp 250 miliar sampai Rp 350 miliar itu," jelasnya.
Untuk sementara waktu, siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 18 Lombok Barat menempati Gedung Sentra Paramita Mataram sebagai sekolah rintisan.
Sekolah rakyat rintisan ini untuk sementara hanya menerima siswa jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sementara itu, untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Pemkab Lombok Barat sedang merenovasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kecamatan Narmada sebagai tempat penerimaan siswa sementara. Adapun untuk jenjang SMA, rencananya akan dibuka pada tahun depan.
Dengan komitmen anggaran dan target waktu yang jelas, pembangunan Sekolah Rakyat di Kuripan ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk pemerataan pendidikan dan memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi anak-anak di Lombok Barat.
Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman berterima kasih atas dukungan Kementerian PU merenovasi gedung Sentra Paramita dalam kurun waktu relatif singkat. Sehingga target pelaksaan sekolah tanggal 14 Juli bisa terealisasi.
"Kemanfaatannya akan dirasakan masyarakat Lobar. Sekolah rakyat ini sebagai upaya memutus kemiskinan lewat pendidikan. Slogan pak Mensos cerdas bersama dalam kesetaraan," ucap Arif.
Nantinya, ketika sekolah rakyat di Kuripan selesai dibangun, Arif menyebut akan lebih banyak lagi siswa yang bisa ditampung. Mulai dari tingkat sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.
Sedangkan Kepala Dinas Sosial Lombok Barat Lalu Winengan mengonfirmasi bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat telah menyiapkan lahan seluas 9 hektare di Kuripan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat tersebut. Lokasinya disebutnya sangat strategis.
Winengan juga memastikan bahwa segala tahapan administrasi pembangunan sekolah rakyat ini telah diserahkan ke Kementerian Sosial. "Sudah diantar proposalnya ke Kementerian," ujarnya. (ton/r6)
Editor : Prihadi Zoldic