LombokPost - Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Terbaru, Dinsos Lobar akan mengoperasikan Sekolah Rakyat tingkat dasar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Gunungsari.
Rencananya, sekolah ini akan mulai beroperasi setelah perayaan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang. Kepala Dinsos Lobar Lalu Winengan mengatakan, sebanyak 100 siswa dari keluarga miskin penerima Program Keluarga Harapan (PKH) telah disiapkan untuk menjadi angkatan pertama di sekolah tersebut.
”Mulai masuknya nanti setelah tanggal 17 Agustus. Tanggal 15 Agustus kami akan keluarkan SK pertama,” jelas Winengan, Senin (11/8).
Sama dengan sekolah rakyat tingkat menengah pertama di Sentra Paramita, para siswa di SKB Gunungsari ini juga akan tinggal di asrama yang telah disiapkan. Selain sekolah dasar di SKB Gunungsari, Winengan juga memaparkan progres pembangunan sekolah rakyat tahap II. Pembangunan ini rencananya akan dimulai bulan September ini.
”Insya Allah pembangunannya akan dimulai Bulan September ini. Insyaallah jadi,” kata Winengan.
Ia menambahkan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah meminta fotokopi sertifikat lahan milik Pemkab Lobar seluas 8,4 hektare di Desa Kuripan Utara yang akan digunakan. Lahan yang dinilai relatif datar ini, dipastikan akan segera dibangun. ”Bukan omon-omon,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sentra Paramita Mataram Arif Rohman menjelaskan operasional sekolah rakyat ini akan melibatkan berbagai pihak. Sinergi ini mencakup Dinas Dikbud, Dinsos, pendamping PKH, hingga para kepala sekolah.
Ia juga mengungkapkan kabar baik lainnya, di mana pembangunan sekolah rakyat di Kuripan juga telah disetujui.
Dengan adanya beberapa lokasi ini, diharapkan proses transfer siswa dari jenjang SD, SMP, hingga nanti bisa lebih mudah. Untuk pembangunan sekolah rakyat tahap II, Arif menyebut anggarannya diperkirakan mencapai Rp 250 miliar hingga Rp 300 miliar.
Informasi dari Kementerian PUPR, pembangunan ini dijadwalkan mulai September dan Oktober, dengan target sudah bisa digunakan tahun depan. Sasaran utama pada tahap awal adalah keluarga dengan kemiskinan ekstrem. (ton/r8)
Editor : Jelo Sangaji