Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Elpiji Langka Ganggu Perayaan Maulid di Desa Jagaraga, Warga Datangi SPPBE Kuripan

Hamdani Wathoni • Selasa, 16 September 2025 | 14:21 WIB
BUTUH ELPIJI SUBSIDI: Sejumlah warga mendatangi SPPBE Kuripan akibat kelangkaan subsidi elpiji, Selasa (16/9).
BUTUH ELPIJI SUBSIDI: Sejumlah warga mendatangi SPPBE Kuripan akibat kelangkaan subsidi elpiji, Selasa (16/9).

LombokPost--Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Lombok Barat makin meresahkan warga.

Ratusan warga Desa Jagaraga, Kecamatan Kuripan, beramai-ramai mendatangi Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) setempat.

Mereka menuntut bisa membeli gas langsung dari SPPBE karena kesulitan mendapatkan elpiji di pasaran.

Aksi warga mendatangi SPPBE terjadi sejak pukul 07.00 Wita.

Warga bertahan hingga siang hari sambil berpanas-panasan di lokasi.

Kondisi sempat memanas karena warga kecewa tak kunjung mendapat kepastian dari pihak pengelola SPPBE.

Bahkan, sebagian warga mengancam akan menjarah tabung gas jika tetap tidak diizinkan membeli.

"Elpiji sudah langka dua minggu lebih. Kami susah mau masak, apalagi sekarang musim maulid," teriak Muaini salah seorang warga.

Menurutnya warga terpaksa mendatangi SPPBE karena lokasinya berada di dusun tersebut.

Selama kelangkaan berlangsung, banyak warga harus membeli ke luar kecamatan hingga ke Gerung, Kediri, bahkan ke Kota Mataram.

Namun stok tetap sulit didapat.

Harga elpiji di pasaran pun melambung.

Dari harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu per tabung, warga terpaksa membeli dengan harga Rp25 ribu hingga Rp31 ribu.

"Apa boleh buat, daripada tidak masak sama sekali," keluh Herman, warga lainnya.

Kondisi ini membuat aparat kepolisian turun berjaga-jaga di lokasi untuk mengantisipasi kericuhan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar Lalu Agha Farabi, hingga anggota Komisi II DPRD Lobar Munawir Haris juga hadir melakukan komunikasi dengan pengelola SPPBE.

Negosiasi berlangsung alot hingga akhirnya pihak SPBE mengizinkan warga membeli elpiji.

Meski begitu, warga tetap menuntut agar distribusi elpiji segera dipulihkan.

"Bukan hanya untuk masak di rumah, tapi juga untuk usaha kecil-kecilan. Kalau begini terus, usaha kami bisa mati," kata salah seorang ibu rumah tangga.

Kelangkaan elpiji yang terjadi sejak hampir sebulan terakhir ini semakin terasa selama perayaan Maulid Nabi.

Warga berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera turun tangan agar krisis elpiji tidak berlarut-larut.

Kepala Disperindag Lobar Lalu Agha Farabi mengaku belum tahu pasti apa penyebab kelangkaan gas elpiji subsidi di tengah masyarakat.

Seharusnya, masyarakat memang membeli gas elpiji di pangkalan.

Namun karena kondisi di pangkalan langka, mereka sejak pagi akhirnya kemudian datang ke SPPBE Kuripan. 

"Kita pahami kondisi masyarakat. Tapi ke depan tidak bisa seperti ini (warga membeli gas elpiji di SPPBE)," paparnya.

"Kami akan mengundang pertamina dan meminta informasi yang jelas terkait kondisi saat ini. Termasuk mengenai eskalasi harga kenapa bisa naik, masalahnya dimana," imbuhnya.

Sementara itu, 

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Ahad Rahedi menyampaikan terkait alur distribusi elpiji.

Elpiji disalurkan melalui SPBE ke agen dan kemudian disalurkan ke titik akhir distribusi di pangkalan.

Pertamina telah mengarahkan masyarakat yang melakukan aksi demo di SPBE untuk bisa melakukan pembelian di pangkalan terdekat yang telah disuplai.

"Demand elpiji bersubsidi 3 kg masih tinggi sejak Maulid lalu karena masih banyak masyarakat yang menggelar acara Maulid. Pertamina sudah melakukan mitigasi pada Maulid lalu melalui tambahan pasokan penyaluran fakultatif. Stok di pangkalan sudah dilakukan pengecekan dan dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat dan sekitarnya," tegas Ahad.

Selanjutnya Ahad menjelaskan, untuk di level pengecer sendiri sesuai aturan pemerintah penyaluran diberikan 10 persen dari alokasi pangkalan dengan prioritas penyaluran pangkalan adalah ke konsumen langsung daripada pengecer.

"Masyarakat pun tak henti-hentinya kami imbau untuk melakukan pembelian di pangkalan resmi Pertamina agar bisa mendapatkan LPG sesuai HET dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai," tutup Ahad.

Masyarakat dapat mengakses titik terdekat lokasi pangkalan pada website https://subsiditepatlpg.mypertamina.id/infolpg3kg.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Call Center di nomor 135.

 

Editor : Kimda Farida
#Lombok Barat #elpiji #Subsidi #SPPBE #Kuripan