LombokPost - Dua anak almarhum Brigadir Esco Faska Rely mendapatkan pendampingan psikolog. Menyusul kondisi mereka yang merasa trauma kehilangan orang tuanya.
Kedua bocah perempuan polos tersebut merasa sangat kehilangan sosok ayahnya. Ditambah ibunya kini mendekam di rumah tahanan Polda NTB.
"Yang besar sering merenung dan bangun tengah malam sering cari ayahnya. Dia bilang papuq ayo cari ayah. Bahkan sempat dia bilang mau ikut bapaknya sehingga papuqnya perempuan (nenek) histeris mendengarnya," ungkap Acim Jayadi, paman almarhum Brigadir Esco, Rabu (24/9).
Putri Brigadir Esco yang paling besar berusia tujuh tahun. Sementara putri keduanya masih berusia empat tahun. Putrinya yang pertama sering mengatakan dirinya ingin menemui ayahnya di surga.
Hal ini yang membuat pihak keluarga semakin merasa terpukul dan kehilangan atas kepergian Brigadir Esco. "Rencananya akan kami pindahkan sekolahnya di Bon Jeruk Lombok Tengah," jelas Acim.
Sementara Lalu Anton Hariawan selaku kuasa hukum keluarga korban mengucapkan terima kasihnya kepada psikolog yang yang bersedia memberikan pendampingan kepada putri almarhum Brigadir Esco.
"Alhamdulillah ada orang baik, psikolog yang membantu memberikan layanan sukarela kepada dua putri Brigadir Esco," ucap Anton.
Ujian yang dialami oleh keluarga besar almarhum Esco, terutama kedua putrinya menurutnya cukup berat. Sehingga mereka diberikan layanan psikologis.
"Karena putri yang paling besar ini selalu menanyakan keberadaan bapaknya. Luar biasa tekanan yang dialami anaknya sehingga membutuhkan layanan psikolog," ucap Anton.
Sementara untuk langkah hukum selanjutnya, pihak keluarga dalam waktu dekat akan bersurat ke Kompolnas untuk meminta dilakukan gelar perkara khusus. Anton mengaku sudah berdiskusi dengan Kompolnas untuk gelar perkara khusus agar kasus ini terbuka dan segera di tetapkan tersangka tersangka lainnya.
"Karena kami yakinkan tidak mungkin tersangka R ini bekerja sendiri melakukan tindak pidana pembunuhan ini," yakinnya. Dia justru menyarankan Brigadir Rizka Sintiani yang merupakan istri Brigadir Esco membuka kasus seterang benderangnya.
"Jika anda bukan pelaku utama, silakan ajukan diri sebagai justice Colaborator, bantu penyidik buka biar tidak jadi simpang siur," sarannya. (ton)
Editor : Redaksi Lombok Post