LombokPost - Meski belum diresmikan, Bendungan Meninting kini sudah menjadi magnet baru pariwisata Lombok Barat di kawasan Kecamatan Gunungsari dan Lingsar. Setiap akhir pekan, bendungan ini selalu ramai dikunjungi.
Semilir angin yang berhembus di Bendungan Meninting membawa suasana tenang. Dari kejauhan, tampak salah satu perahu berlabuh di dermaga apung tepian air. Siapa sangka, bendungan yang awalnya dibangun sebagai proyek pengairan kini menjadi denyut baru perekonomian bagi masyarakat sekitar.
Kepala Desa Bukit Tinggi Ahmad Muttakin tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya dengan hadirnya bendungan ini di wilayahnya. "Sejak bendungan ini mulai ramai dikunjungi, ekonomi warga ikut hidup. Banyak yang jual buah, hasil kebun, sampai kuliner lokal. Sabtu dan Minggu pengunjung ramai, ini berkah bagi UMKM kami," ujarnya dengan senyum kepada Lombok Post.
Menurut Muttakin, kehadiran Bendungan Meninting membawa harapan baru. Ia berharap pemerintah daerah bisa membuat kerja sama resmi antara desa-desa sekitar dan pengelola bendungan agar pemanfaatannya bisa lebih maksimal. "Kalau ada kerja sama yang jelas, masyarakat bisa berjualan dengan tertib, dan wisatawan pun nyaman," tambahnya.
Desa Bukit Tinggi sendiri sudah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang wisata. Mulai dari lapak UMKM hingga fasilitas penunjang lainnya. Tidak hanya itu, Muttakin juga menuturkan bahwa desanya memiliki potensi wisata lain yang tak kalah menarik, yakni 'Seven Secret Waterfall' atau tujuh air terjun yang tersembunyi di balik perbukitan hijau.
"Kalau Bendungan Meninting jadi daya tarik utama, kami yakin wisata air terjun juga akan ikut dikenal. Ini bisa jadi paket wisata yang luar biasa," ujarnya penuh optimisme.
Dukungan terhadap pengembangan wisata juga datang dari Camat Gunungsari Zulkipli yang sempat menjajal keindahan bendungan dengan naik perahu bersama Wakil Bupati Nurul Adha. Potensi bendungan ini menurutnya luar biasa besar. Tidak hanya menawarkan keindahan, Bendungan Meninting bisa jadi tempat mancing, tempat berburu buah durian, manggis dan rambutan.
Apalagi terdapat sejumlah air terjun yang indah juga berada tak jauh dari sekitar bendungan. Sehingga ini akan menjadi paket wisata lengkap. "Tapi yang jadi kendala utama sekarang adalah akses jalan ke air terjun. Saat ini hanya bisa dilalui sepeda motor. Kami berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membangun jalan yang bisa dilalui mobil," katanya.
Menurut Zulkipli, perbaikan akses sangat penting agar wisatawan lebih mudah menjangkau lokasi. Ia juga menilai perlunya rest area yang representatif untuk menampung wisatawan dan mendukung UMKM lokal.
Karena itu, pihak kecamatan bersama para kepala desa kini tengah menyusun proposal ke Kementerian Pariwisata dan Kementerian UMKM guna mencari dukungan anggaran. Sementara itu, PPK Bendungan Meninting dari BBWS Nusa Tenggara I Lalu Muhammad Asgar, mengatakan pihaknya terbuka terhadap ide menjadikan bendungan ini sebagai destinasi wisata.
"Kami berharap bendungan ini bisa memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kalau bisa mendukung pariwisata, tentu sangat baik," ujarnya. (*)
Editor : Marthadi