LombokPost — Direktur Utama PT Air Minum (PTAM) Giri Menang Sudirman mengimbau seluruh pelanggan agar lebih memperhatikan kondisi meter air di rumah masing-masing.
Ia menegaskan, hal-hal kecil yang tampak sepele seperti meter air tertimbun tanah, semen, atau tertutup tanaman bisa berdampak besar terhadap keakuratan tagihan air setiap bulan.
"Masih ada pelanggan yang membiarkan meter airnya tertimbun atau tertutup taman yang rimbun. Ini membuat petugas kesulitan membaca angka meter, dan akhirnya tagihan bisa tidak sesuai pemakaian sebenarnya," ujar Sudirman, Rabu (12/11).
Melalui pesan edukatif yang disebarkan lewat media sosial resmi perusahaan, Sudirman mengingatkan pentingnya menjaga agar posisi meter air tetap terlihat dan mudah dijangkau petugas.
Menurutnya, pembacaan meter air menjadi dasar utama dalam menentukan jumlah pemakaian air pelanggan setiap bulannya.
Jika proses ini terganggu, maka data konsumsi air yang tercatat berpotensi tidak akurat.
Sudirman menjelaskan, penyebab utama ketidakakuratan tagihan biasanya bersumber dari kondisi fisik meter air.
Banyak pelanggan yang tanpa sadar menimbun meter air ketika melakukan renovasi rumah, menutupnya dengan semen atau bebatuan, bahkan menanam tanaman hias di sekitarnya hingga meter air tertutup daun dan akar.
"Kondisi seperti ini sering kali tidak disadari pelanggan. Tapi ketika petugas datang, mereka sulit menemukan meteran atau tidak bisa membaca angkanya dengan jelas," jelasnya.
Akibatnya, pembacaan pemakaian air menjadi tidak optimal.
Dalam beberapa kasus, petugas bahkan harus memperkirakan angka meter karena posisi alat tertutup rapat, sehingga data konsumsi air tidak mencerminkan pemakaian sebenarnya.
Dampaknya, pelanggan bisa saja menerima tagihan air yang lebih tinggi atau lebih rendah dari pemakaian riil.
Untuk menghindari hal ini, Sudirman mengajak masyarakat agar rutin memeriksa kondisi meter air, membersihkan area sekitarnya, dan memastikan alat tetap dalam kondisi terbuka.
"Kalau sudah terlanjur tertimbun, jangan khawatir. Pelanggan bisa segera melapor ke petugas kami untuk dibantu pemindahan atau penyesuaian posisi meteran," ujarnya.
PTAM Giri Menang menyediakan berbagai saluran pelaporan yang mudah diakses masyarakat. Laporan bisa disampaikan melalui Call Center, WhatsApp Center, aplikasi Pepadu, atau Direct Message (DM) media sosial resmi perusahaan.
Selain menjaga akurasi tagihan, upaya ini juga menjadi bagian dari peningkatan pelayanan PTAM Giri Menang kepada pelanggan.
Perusahaan terus mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses pencatatan dan penagihan air.
"Kami ingin memastikan pelanggan mendapat pelayanan yang adil dan akurat. Dengan kerja sama dan kesadaran bersama, hal-hal kecil seperti ini bisa berdampak besar pada keandalan layanan air minum kita," tutup Sudirman.
Editor : Kimda Farida