Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Awal Desember Panas: Harga Cabai, Tomat, Bawang hingga Ayam Naik Tajam di Lobar

Hamdani Wathoni • Rabu, 10 Desember 2025 | 10:39 WIB
MELONJAK: Harga cabai rawit merah di Pasar Gerung dan beberapa pasar lain kini tengah melonjak jelang perayaan natal tahun baru.
MELONJAK: Harga cabai rawit merah di Pasar Gerung dan beberapa pasar lain kini tengah melonjak jelang perayaan natal tahun baru.

LombokPost – Harga sejumlah bahan pokok di pasar wilayah Lombok Barat melonjak tinggi. Hal ini berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

”Yang paling naik itu cabai rawit merah. Sekarang itu harganya sampai Rp 80 ribu per kilogran, padahal sebelumnya bisa di bawah Rp 50 ribu,” ujar Hj Masriah, salah satu pedagang Pasar Gerung, Selasa (9/12).

Selain cabai, tomat juga mengalami kenaikan menjadi Rp 15 ribu per kilogramnya. Bawang merah dan bawang putih juga ikut naik menjadi Rp 55 ribu dan Rp 35 ribu per kilogramnya. Begitu juga dengan harga ayam yang bisa mencapai Rp 44 sampai 45 ribu per kilogram.

”Karena semua harga naik, jadi barang yang terjual hanya sedikit. Bukannya banyak untung tapi yang laku sedikit karena yang datang belanja tidak banyak,” ungkapnya.

Dengan kenaikan harga yang cukup tinggi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Lombok Barat turun melakukan pengecekan harga di sejumlah pasar. Mulai dari Pasar Gerung, Pasar Gunungsari, hingga ke Pasar Narmada.

Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lalu Agha Farabi juga turun langsung memantau kondisi harga pasar.

”Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan sejak awal Desember. Misalnya cabe rawit merah, bawang merah dan daging sapi. Yang paling fluktuatif itu cabe yang semua Rp 55 ribu kini Rp 80 ribu,” beber Kadisperindag Lalu Agha Farabi.

Lalu Agha, sapaannya menjelaskan kenaikan ini dikarenakan memang cuaca musim hujan atau kondisi hidrometeorologi menyebabkan pasoskan terganggu. Sehingga untuk mengantisipasi lonjakan yang semakin tinggi, TPID sudah menyiapkan beberapa langkah.

”Kami akan bekerja sama dengan BUMD, BUMN dan Baznas untuk melaksanakan operasi pasar. Apakah itu subsidi atau yang lainnya Itu polanya sedang dikomunikasikan. Itu akan dilakukan di 10 kecamatan,” bebernya.

Meski beberapa harga komoditi hasil pertanian mengalami kenaikan, syukurnya untuk harga beras hingga minyak goreng dikatakan Agha relatif stabil. Misalnya daging sapi yang berada di kisaran harga Rp 13 ribu per kilogram.

”Kalau yang lain naiknya paling mentok Rp 5 ribu. Cabai yang agak melonjak. Tapi pasokan bahan pokok sejauh ini normal tidak ada masalah,” tandasnya.

Editor : Marthadi
#Lombok Barat #Inflasi #Cabai #Nataru #Sembako