LombokPost – Persoalan kemiskinan menjadi masalah serius yang dihadapi hampir semua kabupaten kota di Provinsi NTB. Khususnya Lombok Barat.
Hal ini kemudian membuat Kepala Dinas Sosial Lombok Baat Lalu Winengan meminta bantuan pemerintah provinsi (Pemprov) NTB untuk melakukan aksi nyata dan serius membantu daerah mengentaskan kemiskinan.
”Harus serius. Pemprov melakukan pemetaan khusus kepada kabupaten kota (terkait kemiskinan). Jangan sampai Pemerintah Provinsi hanya menyuruh atau hanya memerintah untuk pengentasan kemiskinan,” jelas Kepala Dinas Sosial Lombok Barat Lalu Winengan saat menghadiri acara Festival Budaya Mirah Sasak Adi di Desa Golong, Narmada, Rabu (10/12).
Apa yang disampaikan Winengan ini merespons pernyataan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal yang menyebut jika musuh utama Bangsa Sasak umumnya masyarakat NTB adalah kemiskinan.
Sehingga, dia meminta semua pihak untuk bersama-sama menekan angka kemiskinan di NTB. Pernyataan gubernur inilah yang diminta Winengan harus disertai dengan tindakan konkret.
Langkah konkret yang dimaksud misalnya, Pemerintah Provinsi NTB memberikan bantuan kepada UMKM di kabupaten kota agar bisa terus berkembang.
Kemudian Pemprov diminta menyiapkan anggaran khusus untuk pembinaan terhadap masyarakat miskin. Khususnya yang miskin ekstrem.
”Kalau serius, apa yang diberi oleh Pemprov ke masyarakat miskin ekstrem di kabupaten kota?” tanyanya.
Winengan memaparkan data kemiskinan ekstrem di Lombok Barat saat ini mencapai 1,57 persen atau sekitar 12.000 ribu jiwa.
”Data BABA (by name by address) sudah ada. Sekarang provinsi apa yang mau diberi? Kalau sekadar mengatakan ayo kita entaskan kemiskinan, seperti katanya pak Prabowo ya omon-omon,” sindirnya.
Sementara Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal yang hadir dalam acara Festiva Budaya Mirah Sasak Adi menyinggung persoalan besar yang masih dihadapi NTB, yaitu kemiskinan dan kebodohan.
Baca Juga: Pemprov NTB Fokuskan Program Pembangunan Pro Rakyat Targetkan 2029, NTB Bebas Kemiskinan Ekstrem
Menurutnya, musuh utama masyarakat saat ini bukanlah perbedaan, melainkan dua masalah mendasar tersebut. ”Musuh kita bukanlah orang, bukan manusia, bukan saudara kita. Musuh kita bersama adalah kemiskinan,” tegasnya.
Iqbal menyebut NTB masih termasuk satu dari 12 provinsi dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. Tercatat 106 desa masuk kategori kemiskinan ekstrem, dengan lebih dari 100 ribu warga yang masih berjuang keluar dari garis kemiskinan. Pemerintah menargetkan penurunan signifikan, bahkan menuju nol kemiskinan ekstrem.
”Kita harus mengukuhkan komiten untuk mengentaskan kemiskinan secara bersama-sama,” tandasnya.
Editor : Marthadi