LombokPost – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) mengambil langkah strategis untuk menghadapi maraknya literasi negatif akibat penggunaan gawai yang tidak terkontrol. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan peran Bunda Literasi dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan sebagai motor penggerak budaya baca di tengah masyarakat.
Berdasarkan data tahun 2024, Indeks Pembangunan Literasi Kabupaten Lombok Barat masih berada pada angka 43,60. Rendahnya capaian ini dipengaruhi kuatnya penetrasi perangkat canggih atau gadget di kalangan anak-anak hingga orang dewasa, yang lebih banyak dimanfaatkan untuk hiburan dibandingkan aktivitas literasi yang positif.
Untuk mengantisipasi dampak negatif tersebut, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) melantik dan mengukuhkan Bunda Literasi kecamatan, desa, dan kelurahan se-Kabupaten Lombok Barat masa bhakti 2025–2030.
Kegiatan pengukuhan berlangsung di Aula Utama Kantor Bupati Lombok Barat belum lama ini.
Bupati LAZ menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lombok Barat serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pengukuhan Bunda Literasi. Ia menegaskan bahwa gerakan literasi membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat.
“Bunda Literasi diharapkan dapat menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Jadilah teladan dalam mencintai buku dan membudayakan membaca di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar LAZ.
Ia juga menekankan pentingnya peran Bunda Literasi sebagai motivator bagi anak-anak dan masyarakat agar gemar membaca, aktif mengunjungi perpustakaan, serta mampu memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan positif.
“Saat ini minat membaca buku kalah oleh literasi digital yang terkadang membuat kita lepas kontrol. Inilah tugas Bunda Literasi dan kita semua untuk mengendalikan serta mengarahkan anak-anak dan masyarakat agar menggunakan dunia digital secara positif,” tegasnya.
Menurut LAZ, peningkatan budaya literasi menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Lombok Barat yang Maju, Mandiri, dan Berkeadilan. Literasi yang kuat diyakini mampu membentuk sumber daya manusia yang cerdas, kritis, dan berdaya saing.
Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Lombok Barat Ayu Indra Rukmana Zaini berharap pengukuhan Bunda Literasi ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat. Ia menilai, literasi merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi emas yang berakhlak mulia dan siap menghadapi tantangan global.
“Dengan literasi yang baik, kita dapat membangun generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global,” ujarnya.
Pemkab Lombok Barat optimistis, melalui sinergi Bunda Literasi dan seluruh pemangku kepentingan, budaya membaca dapat kembali tumbuh dan literasi masyarakat terus meningkat secara berkelanjutan.
Editor : Siti Aeny Maryam