LombokPost – Kelompok KKN 178 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menginisiasi aksi lingkungan strategis di Desa Giri Tembesi, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Melalui program inovatif bertajuk "Satu Kopi Satu Pohon", mahasiswa berkolaborasi dengan coffee shop asal Solo, Kopi Parang, untuk melakukan penanaman pohon berkelanjutan sebagai langkah nyata mitigasi krisis iklim.
Program ini mengusung model tanggung jawab sosial-lingkungan yang unik, setiap satu cangkir kopi yang terjual di Kopi Parang dikonversikan menjadi satu bibit pohon yang ditanam di Desa Giri Tembesi. Aksi penanaman serentak ini telah sukses dilaksanakan pada Jumat, 6 Februari 2026.
Ketua KKN UNS Kelompok 178 Abraham Wira menjelaskan, inisiatif ini dirancang sebagai kontribusi langsung terhadap target global SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 15 (Ekosistem Daratan).
"Kami tidak hanya melakukan penghijauan, tetapi juga membangun benteng pertahanan iklim di tingkat desa. Lewat kolaborasi lintas pulau ini, kami mengimplementasikan SDG 13 melalui upaya penyerapan emisi karbon secara alami, serta SDG 15 dengan merehabilitasi lahan guna mencegah degradasi tanah di Lombok Barat," tegas Abraham.
Dalam penyediaan bibit, KKN UNS 178 bekerja sama dengan Pusat Persemaian Mandalika, Lombok Tengah. Jenis pohon yang dipilih—Mahoni dan Jati Putih—memiliki kemampuan adaptasi tinggi dan manfaat ekologis jangka panjang untuk menjaga keanekaragaman hayati serta memperkuat struktur tanah di Desa Giri Tembesi.
Mas Einstein, pemilik Kopi Parang, menyambut baik sinergi ini. Menurutnya, kolaborasi ini adalah bukti bahwa sektor usaha kecil (UKM) dapat menjadi motor penggerak ekonomi hijau. "Kami ingin setiap tegukan kopi pelanggan memiliki dampak nyata bagi kelestarian ekosistem daratan di wilayah yang membutuhkan," ujarnya.
Kegiatan penanaman ini turut melibatkan perangkat desa dan warga setempat guna memastikan keberlangsungan bibit yang telah ditanam. Melalui sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan instansi pemerintah, diharapkan Desa Giri Tembesi dapat menjadi area yang lebih asri, produktif, dan tangguh terhadap perubahan iklim di masa depan.
Lebih lanjut dijelaskan Kelompok KKN 178 merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Universitas Sebelas Maret yang berfokus pada pengembangan potensi desa dan pelestarian lingkungan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Sementara Tentang Kopi Parang, ini adalah kedai kopi yang berbasis di Solo, Jawa Tengah, milik Mas Einstein, yang berkomitmen pada kualitas rasa dan dampak sosial positif bagi masyarakat.
Editor : Redaksi Lombok Post