Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

SPPG Dasan Tapen Raih Pernghagaan Nasional, Sering Dapat Surat Cinta dari Siswa

Hamdani Wathoni • Senin, 9 Maret 2026 | 15:50 WIB

HASILKAN MENU BERKULITAS: Ahli Gizi SPPG Dasan Tapen Dina Aulia menunjukkan salah satu menu MBG yang dihadirkan bagi siswa Ponpes penerima manfaat untuk berbuka puasa.
HASILKAN MENU BERKULITAS: Ahli Gizi SPPG Dasan Tapen Dina Aulia menunjukkan salah satu menu MBG yang dihadirkan bagi siswa Ponpes penerima manfaat untuk berbuka puasa.

LombokPost - SPPG Dasan Tapen layak menjadi contoh bagi dapur MBG yang ada di NTB.

Dua kali SPPG ini mendapatkan penghargaan Inspiradaya 2025 dan SPPG Mandiri terbaik Provinsi NTB.

Di Desa Dasan Tapen, Lombok Barat, sebuah dapur tak sekadar mengepulkan uap masakan.

Di sana, gizi, disiplin, dan kasih sayang diracik menjadi satu.

Itulah potret Satuan Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Dasan Tapen yang baru saja menorehkan prestasi meraih penghargaan Inspiradaya 2025 sekaligus dinobatkan sebagai SPPG Mandiri Terbaik se-Provinsi NTB.

​Rahasianya ternyata bukan sekadar urusan perut kenyang, melainkan manajemen hati dan profesionalisme yang ketat dibalut dengan disiplin tinggi tanpa ada toleransi untuk menunda pekerjaan.

"Tips dan triknya (untuk meraih SPPG terbaik) mungkin salah satunya adalah kedisiplinan. Kami tidak boleh menunda-nunda pekerjaan. Begitu ada tugas, harus diselesaikan saat itu juga," ujar Ahli gizi SPPG Dasan Tapen Dina Aulia kepada Lombok Post.

Dia mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan mereka terletak pada ritme kerja yang presisi.

Di dapur ini, kata 'nanti' adalah pantangan. Ketegasan dari manajemen SPPG inilah yang memastikan ratusan porsi makanan tersaji tepat waktu dengan standar keamanan pangan yang terjaga. ​

Salah satu inovasi yang membuat SPPG Dasan Tapen menonjol adalah kualitas menunya yang tidak membosankan.

Mereka tidak bekerja sendirian. Dina menjelaskan bahwa pihak SPPG menggandeng chef profesional untuk berkolaborasi dalam menyusun variasi menu. ​

"Tampilan yang menarik itu penting agar para Penerima Manfaat (PM) lebih menggugah selera untuk makan. Kami berkolaborasi dengan chef agar menu lebih bervariasi dan presentasinya cantik," tambahnya.

​Uniknya, SPPG ini menerapkan sistem demokrasi rasa. Anak-anak sekolah sebagai penerima manfaat diberikan ruang untuk curhat melalui media yang mereka sebut sebagai Surat Cinta. ​

"Kami menyediakan boks khusus. Anak-anak menulis di kertas, mau menu apa atau masukan apa, lalu dimasukkan ke sana. Surat cinta itu kemudian kami sampaikan ke petugas lab dan ahli gizi untuk didiskusikan dengan chef. Jika memungkinkan, request mereka akan kami wujudkan," tutur Dina. ​​

Tak hanya fokus pada menu makanan berat, SPPG Dasan Tapen juga serius mengelola menu kering atau camilan. Berbeda dengan tempat lain yang mungkin mengandalkan produk pabrikan, mereka justru memilih merangkul tetangga sendiri. ​

Hampir semua komponen menu kering, mulai dari roti hingga isian lainnya, dipasok oleh UMKM di sekitar desa.

Satu-satunya produk pabrikan yang digunakan hanyalah susu. Langkah ini diambil untuk memastikan kesegaran bahan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

​"Kami meminimalkan produk pabrikan. Kami manfaatkan UMKM sekitar untuk roti dan lainnya," tegas Dina. ​Dengan raihan penghargaan Inspiradaya 2025, SPPG Dasan Tapen kini menjadi kiblat baru bagi pelayanan gizi mandiri di NTB.

Mereka membuktikan bahwa dengan disiplin, kolaborasi profesional, dan kepedulian pada lidah anak-anak, program gizi nasional bisa dijalankan dengan standar yang sangat tinggi. 

Editor : Kimda Farida
#SPPG #Lombok Barat #Kreatif #NTB #dapur MBG