Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Okupansi Hotel di Sekotong Anjlok 50 Persen Saat Libur Lebaran

Hamdani Wathoni • Rabu, 1 April 2026 | 10:54 WIB
Kondisi Hotel Cocotinos Sekotong tak seramai libur lebaran tahun lalu.
Kondisi Hotel Cocotinos Sekotong tak seramai libur lebaran tahun lalu.

 

 

LombokPost - Kabar kurang sedap datang dari sektor pariwisata di kawasan Sekotong. Meski berada di momen libur panjang Idulfitri yang biasanya menjadi masa panen bagi para pelaku wisata, tingkat hunian kamar atau okupansi hotel di wilayah ini justru mengalami penurunan drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Menurun dari tahun sebelumnya. Biasanya, rata-rata okupansi kita bisa mencapai 10 hingga 15 kamar per hari. Namun, sekarang rata-ratanya hanya di angka lima kamar per hari,” ujar Supervisor Front Office Cocotinos Resort Sekotong Made Sudarsana.

Dia menyebutkan, penurunan jumlah tamu yang menginap mencapai angka yang cukup signifikan, yakni sekitar 50 persen. Made menjelaskan, dari total 36 unit kamar yang tersedia di Cocotinos Resort, tingkat keterisian saat ini tidak sampai 20 persen. Kondisi ini dinilai cukup memprihatinkan mengingat Sekotong memiliki potensi wisata bahari yang luar biasa.

Baca Juga: Menyapa Kerajaan Nemo di Sekotong yang Diserbu Wisatawan, Pesona Surga Tersembunyi yang Memikat Gili Nanggu

Beberapa faktor ditengarai menjadi penyebab lesunya kunjungan wisatawan tahun ini. Made menyebutkan isu global, seperti konflik peperangan di beberapa belahan dunia, turut memberikan dampak psikologis bagi wisatawan mancanegara. Selain itu, kebijakan efisiensi yang diterapkan oleh banyak pihak juga turut berpengaruh.

”Kalau untuk libur lebaran ini, tamu kita didominasi wisatawan domestik. Ada memang beberapa tamu mancanegara, tapi jumlahnya tidak banyak, paling hanya satu atau dua kamar saja,” imbuhnya.

Menyikapi kondisi tersebut, Made berharap adanya langkah nyata dari pemda maupun pemprov untuk menggairahkan kembali pariwisata di Sekotong. Menurutnya, Sekotong butuh lebih banyak event atau ajang kreatif untuk menarik minat orang berkunjung dan menginap.

”Harapan kami selaku pelaku pariwisata, mungkin ada gebrakan dari pemerintah atau Pemda setempat untuk meningkatkan daya tarik. Misalnya dengan membuat event-event menarik seperti trail run atau olahraga air,” cetusnya.

Baca Juga: Jadi Kerajaan 'Nemo' di Sekotong Lombok Barat, Gili Nanggu Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran

Ia menekankan bahwa Sekotong memiliki keunggulan yang tidak kalah dengan destinasi lain, mulai dari fasilitas diving, snorkeling, soft trekking, hingga layanan spa dengan pemandangan langsung ke arah gili yang indah.

”Laut kita sangat indah, pemandangannya langsung menghadap gili. Kami berharap pemerintah bisa turun langsung ke lapangan melihat kondisi riil pariwisata kita agar ada solusi bersama,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Persiapan Pesisir Mas Kecamatan Sekotong Rusdin juga berharap ada event rutin yang digelar pemda di Sekotong. Sehingga setiap tahun ada yang menjadi magnet atau daya tarik pariwisata bagi kawasan ini.

”Karena kita lihat sekarang di Sekotong banyak hotel dan penginapan. Jadi kami harapkan ada event yang membuat wisatawan tertarik menginap di sini,” harapnya.

Editor : Pujo Nugroho
#Okupansi Hotel Sekotong #Wisata Lombok Barat #libur Lebaran 2026 #Pariwisata NTB #Sekotong