LombokPost - Proses rekrutmen pegawai non-ASN di RSUD Tripat mulai dibuka, Rabu (1/4). Beberapa pegawai yang sebelumnya dirumahkan per 31 Desember 2025 lalu, terlihat kembali mendatangi rumah sakit pelat merah tersebut.
Kedatangan mereka bukan meminta surat pengalaman bekerja sebagai salah satu syarat yang akan dilampirkan untuk mendaftarkan diri dalam rekrutmen tenaga kesehatan (Nakes) yang baru saja dibuka secara resmi.
Pantauan di lokasi, para pelamar tampak sibuk menyiapkan berkas pendukung, mulai dari surat keterangan pengalaman kerja hingga sertifikat kompetensi. Salah satu pelamar, Sauqi Mufti Ikromi Kholis, mengaku antusias menyambut pembukaan lowongan ini. Sauqi sebelumnya merupakan tenaga di bagian Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) yang telah mengabdi selama 31 bulan sebelum kontraknya berakhir.
"Saya dapat info dari grup WhatsApp. Hari ini pendaftaran resmi dibuka melalui link yang dibagikan. Saya harap pengalaman kerja selama dua tahun lebih di sini bisa menjadi pertimbangan," ujar Sauqi saat ditemui di sela-sela pengurusan berkasnya.
Baca Juga: Proyek Mesin Masaro Lombok Barat Rp 20 Miliar Rusak, DPRD Lobar Endus Aroma Kerugian Negara
Hal senada diungkapkan Uswatul Aini, seorang perawat yang sebelumnya bertugas di Ruang Alamanda (ruang anak). Setelah kontraknya tidak diperpanjang akhir tahun lalu, ia mengaku sempat bekerja serabutan demi menyambung hidup.
"Selama dirumahkan ya kegiatannya homecare kalau ada yang butuh jasa perawat. Bagaimanapun kami punya keluarga yang harus dihidupi. Harapannya tentu bisa diterima kembali di sini," harapnya.
Menanggapi fenomena serbuan mantan pegawai ini, Wakil Direktur (Wadir) Umum, Keuangan dan SDM RSUD Tripat Gerung Baiq Halimah memberikan penjelasan tegas.
Ia menyatakan bahwa rekrutmen kali ini dilakukan secara terbuka dan transparan untuk mengisi 74 formasi tenaga kesehatan.
"Total ada 74 formasi nakes yang kami buka. Prosesnya murni online melalui aplikasi. Tesnya pun nanti menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Kami ingin proses ini seobjektif dan setransparan mungkin," tegasnya.
Terkait adanya permintaan dari Komisi Dewan agar pihak rumah sakit mengakomodir mantan pegawai yang memiliki pengalaman, manajemen RSUD NTB menegaskan tidak ada jalur khusus atau perlakuan istimewa. Semua pelamar, baik wajah lama maupun pelamar baru, harus bersaing secara sehat berdasarkan kualifikasi dan profesionalisme.
Baca Juga: BGN Skors 29 Pengelola MBG di Lobar, Satgas MBG Sebut Sudah Beri Peringatan, Ini Daftar Lengkapnya
"Kami sudah buka secara terbuka, jadi tidak bisa memilah-milah. Semua bersaing berdasarkan kemampuan. Namun, memang dalam sistem poin, pengalaman kerja sebelumnya di sini tetap menjadi salah satu variabel tambahan kredit poin yang bisa diakses di website resmi kami," tambahnya.
Manajemen RSUD NTB juga mengingatkan para pelamar untuk waspada terhadap segala bentuk penipuan yang menjanjikan kelulusan. Seluruh informasi mengenai tahapan seleksi, syarat administrasi, hingga pengumuman hasil tes hanya dapat diakses melalui saluran resmi rumah sakit dan media sosial Instagram instansi.
Untuk formasi perawat sendiri, tahun ini RSUD NTB mencari 29 orang lulusan S-Kep Ners dan 9 orang lulusan D3 Keperawatan. Persaingan diprediksi akan sangat ketat mengingat jumlah mantan pegawai yang dirumahkan mencapai ratusan orang, sementara formasi yang tersedia terbatas.
Editor : Pujo Nugroho