Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Optimalkan Landfill, Usia TPA Kebon Kongok Dua Tahun Lagi

Hamdani Wathoni • Selasa, 14 April 2026 | 11:56 WIB
PANTAU: Kepala UPT TPA Kebon Kongok Lalu Akhmad Gifary Akbar saat memantau progres pembangunan drainase pada lahan optimasi landfill di kawasan TPA Kebon Kongok, Senin (13/4). (TONI/LOMBOK POST)
PANTAU: Kepala UPT TPA Kebon Kongok Lalu Akhmad Gifary Akbar saat memantau progres pembangunan drainase pada lahan optimasi landfill di kawasan TPA Kebon Kongok, Senin (13/4). (TONI/LOMBOK POST)

LombokPost - Tumpukan sampah yang sempat menggunung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kebon Kongok mulai menunjukkan tren penurunan.

Setelah sempat dilakukan pembatasan ritasi selama dua bulan akibat status darurat, kini aktivitas pembuangan sampah dari Mataram dan Lombok Barat kembali normal, bahkan meningkat tajam guna membersihkan sisa-sisan tumpukan di tingkat hilir.

”Sekarang sudah normal, bahkan sampai 400 ton per hari. Ini karena daerah mulai mengangkut sampah-sampah yang sempat tertimbun di depo-depo seperti Kebon Talo, Bintaro, hingga Sandubaya selama masa darurat kemarin,” ujar Kasi Operasional TPA Kebon Kongok Mulyadi Gunawan, Senin (13/4).

 Baca Juga: Air Lindi TPA Kebon Kongok Segera Disulap Jadi Biogas Rumah Tangga

Dia mengungkapkan bahwa saat ini rata-rata sampah yang masuk mencapai 400 ton per hari. Angka ini melonjak dibanding masa pembatasan yang hanya menyentuh angka di bawah 300 ton per hari.

​​Dari total volume tersebut, Mataram masih mendominasi pasokan sampah dengan jumlah rata-rata di atas 300 ton lebih. Sementara Lombok Barat berkontribusi sekitar 70 hingga 80 ton per hari.

”Mataram memang yang paling banyak, sekarang kita gotong royong agar tumpukan di kota segera bersih dan masuk ke sini,” tambahnya.

 Baca Juga: Pembatasan Ritase TPA Kebon Kongok Jadi Penyebab Penumpukan Sampah, Delapan Truk Baru Belum Tuntaskan Persoalan

Di tengah keterbatasan lahan, pihak pengelola TPA Kebon Kongok kini tengah memacu proyek optimasi landfill yang terbagi dalam tiga tahap.

Kepala UPT TPA Kebon Kongok Lalu Akhmad Gifary Akbar menjelaskan, saat ini tahap pertama seluas 7 are dengan kapasitas 10 ribu ton hampir rampung sepenuhnya. Namun, lahan ini diprediksi penuh dalam satu bulan ke depan.

Sembari mengisi tahap pertama, pembangunan tahap kedua di sisi kanan lahan seluas 28 are juga sedang dikebut dan ditargetkan tuntas akhir Mei mendatang. Lahan tahap kedua ini diproyeksikan mampu menampung sampah hingga lima bulan ke depan.

Baca Juga: Pemkot Mataram Siap Setor Rp 1,7 Miliar untuk Perluasan TPAR Kebon Kongok

​Puncaknya, pada tahap ketiga, pihak pengelola akan melakukan penggabungan antara landfill lama dan baru di atas lahan seluas 48 are. ”Tahap ketiga ini yang akan memberi kita napas lebih panjang, sekitar dua tahun. Ini adalah upaya maksimal optimasi lahan yang ada sebelum kita benar-benar beralih teknologi,” paparnya.

​Strategi jangka panjang TPA Kebon Kongok tidak lagi sekadar menimbun (landfill), melainkan pengolahan. Gifary Akbar menegaskan, dalam masa tenggang dua tahun hasil optimasi ini, pihaknya sedang mempersiapkan transisi menuju Waste to Energy melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA).

”Target kita PLTSA bisa mulai beroperasi sekitar tahun 2028 atau 2029. Kapasitas pengolahan yang diwajibkan adalah 1.000 ton per hari,” jelasnya.

Saat ini produksi sampah dari Mataram dan Lombok Barat di angka 400-600 ton. Sehingga ke depan, pihak TPA Kebon Kongok akan bekerja sama juga dengan Lombok Tengah dan Lombok Timur agar suplai sampahnya mencukupi syarat operasional PLTSA tersebut.

​Menurutnya, langkah ini adalah solusi permanen mengingat perluasan lahan untuk landfill konvensional sudah sangat sulit dilakukan di area Kebon Kongok. (ton/r8)

Editor : Redaksi
#Lombok Banjir #TPA #Mataram #kebon kongok #Gotong Royong