LombokPost - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Barat ke-68, Bupati Lalu Ahmad Zaini menyiapkan serangkaian kado kebijakan yang menyentuh masyarakat. Tidak hanya sekadar seremoni, momentum tahun ini dijadikan pijakan untuk memperkuat ketahanan pangan dan akses permodalan bagi UMKM.
Salah satu kebijakan yang paling dinanti adalah penghapusan seluruh denda pajak daerah. Bupati mengungkapkan bahwa dia telah menginstruksikan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memutihkan denda tersebut guna meringankan beban warga sekaligus mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Saya sudah perintahkan Bapenda untuk menghapus seluruh denda pajak, termasuk PBB. Tujuannya agar tunggakan-tunggakan lama bisa diselesaikan tanpa terbebani denda. Ini kado untuk masyarakat di hari jadi Lobar," ujar Bupati LAZ, sapaannyan saat ditemui usai rapat paripurna dengan anggota DPRD Lobar, Kamis (16/4).
Selain relaksasi pajak, sektor ekonomi kerakyatan menjadi fokus utama. Bupati menyoroti masih banyaknya pedagang kecil atau pedagang bakulan yang terjerat praktik rentenir karena sulitnya akses ke perbankan.
Menindaklanjuti hal itu, Pemkab Lobar tengah menjajaki kerja sama dengan pihak perbankan (BPR NTB) untuk mempermudah syarat pinjaman.
"Kita ingin syaratnya lebih sederhana. Tidak harus pakai NIB yang rumit, cukup surat keterangan dari desa bahwa yang bersangkutan benar-benar berusaha. Kita asuransikan pinjamannya agar pedagang bakulan kita tidak lagi bergantung pada rentenir," tegasnya.
Baca Juga: Bupati LAZ Ingatkan Kepala OPD, Pimpinan Harus Jadi Teladan
Puncak peringatan HUT ke-68 hari ini akan dihadiri oleh sejumlah pejabat kementerian pusat, mulai dari Menko Pangan, Menteri Desa, Menteri Sosial, hingga Kepala BPS. Kehadiran para menteri ini, menurut bupati, bukan sekadar tamu undangan, melainkan bagian dari strategi jemput bola program pusat.
Beberapa program yang siap dikucurkan antara lain bantuan pasar modern, pembangunan gudang pangan, hingga pengembangan kampung nelayan.
"Kenapa kita hadirkan menteri? Agar mereka melihat langsung keseriusan kita membangun. Kalau kita serius, bantuan pusat seperti gudang pangan dan kampung nelayan pasti akan lebih lancar mengalir ke Lobar," tambahnya.
Baca Juga: Safari Ramadan Perdana, LAZ Tegaskan Komitmen Bangun Sekotong
Tak hanya itu, pemkab juga akan meluncurkan program "Satu Miliar Satu Desa" yang pemberiannya akan dikontrol secara ketat melalui rincian kegiatan di APBDes. Hal ini dilakukan agar pemanfaatan dana desa benar-benar tepat sasaran untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Akselarasi Pembangunan
Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, Bupati Lalu Ahmad Zaini dan Wabup Nurul Adha menunjukkan akselerasi pembangunan yang signifikan di Kabupaten Lombok Barat. Melalui visi "Lombok Barat yang Maju, Mandiri, dan Berkeadilan", duet kepemimpinan ini berhasil merealisasikan janji-janji politik melalui berbagai program strategis yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak.
Salah satu pencapaian paling mentereng adalah lonjakan efisiensi kerja aparatur sipil negara. Indeks Reformasi Birokrasi Lobar kini mencapai 85,75 poin (kategori A). Angka ini menempatkan Lobar sebagai yang tertinggi di Provinsi NTB dan NTT, serta masuk dalam jajaran tiga besar di wilayah Bali-Nusra.
"Pembangunan bukan hanya soal fisik, tapi soal mentalitas melayani. Indeks ini adalah bukti bahwa mesin pemerintahan kita berjalan lebih cepat dan transparan," ujar Bupati Lalu Ahmad Zaini.
Selain itu, pemerintah daerah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.
Kota Gerung Jadi Lebih Hidup
Yang paling terasa dan terlihat adalah wajah Kota Gerung kini berubah drastis. Pembangunan Alun-Alun Giri Menang Park telah tuntas sepenuhnya, menjadi ikon baru. Kawasan ini bukan sekadar pemanis ibu kota, melainkan jantung kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.
Sejalan dengan itu, Revitalisasi Taman Kota, Bundaran Giri Menang Square, dan Koloseum juga telah selesai. Fasilitas ini kini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas dan pengembangan seni budaya. Acara budaya peresean berhasil menyedot animo ribuan warga datang setiap hari ke taman kota menghidupkan perekonomian.
Pembangunan infrastruktur dasar juga menunjukkan tren positif, di mana jalan kabupaten dalam kondisi mantap telah mencapai 512,812 km. Pembangunan Dermaga Senggigi sebagai pintu masuk wisatawan menggunakan kapal cepat hingga pembangunan jembatan dan rumah tidak layak huni terus dilakukan pasangan LazAdha di tahun pertamanya.
Pembangunan SDM dan Pengentasan Kemiskinan
Di sektor Sumber Daya Manusia (SDM), pasangan Zaini-Adha mencatat statistik yang impresif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 72,70 (2024) menjadi 73,52 (2025). Stunting berhasil ditekan dari 10,50 persen menjadi 9,58 persen. Di sektor pendidikan, pemberian beasiswa kepada 1.588 siswa dan rehabilitasi 90 ruang kelas sekolah.
Sementara sektor kesehatan, pengadaan 107 unit bed pasien puskesmas dan penambahan unit ambulans/UTD untuk mempercepat layanan darurat.
Ekonomi daerah pun menunjukkan ketangguhan dengan laju pertumbuhan mencapai 4,19 persen pada triwulan III 2025, dibarengi penurunan angka kemiskinan menjadi 11,90 persen atau menurun 4.000 jiwa lebih hanya dalam kurun setahun.
Realisasi PAD juga melampaui target, menyentuh angka Rp 600 Miliar atau 107 dari target awal 540 milar.
Program Unggulan
Meski telah banyak mencapai keberhasilan, kepemimpinan LAZ-Adha tidak lantas berpuas diri. Untuk tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan proyek mercusuar yakni pembangunan Pasar Modern Kota Gerung dan Islamic Center Lombok Barat. Selain itu, fokus utama lainnya adalah pembebasan serta perluasan Jalan Soekarno Hatta guna memperlancar konektivitas ekonomi wilayah.
Melalui program unggulan "1 Miliar per Desa" yang akan dimulai pada 2026, pemerintah berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan dimulai dari akar rumput. "Kami meyakini bahwa dengan membangun desa, kita sedang membangun fondasi Lombok Barat," terang Wabup Nurul Adha.
"Karena itu program satu miliar satu desa ini untuk melakukan pemerataan program pembangunan sehingga semua desa kebagian program senilai satu miliar satu desa," tambahnya.
Bupati LAZ dan Wabup Nurul Adha meminta dukungan dari semua pihak agar program-program pembangunan yang telah di rumuskan dapat terlaksana dengan baik. Hal ini untuk mewujudkan Lombok Barat Maju, Mandiri dan Berkeadilan. (ton/r3)
Editor : Redaksi