Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dua Saudari Terjun ke Sungai Meninting

Hamdani Wathoni • Sabtu, 18 April 2026 | 12:43 WIB
LOKASI KEJADIAN: Dua perempuan nekat melompat ke sungai dari atas Jembatan Meninting, Kamis (16/4). (DOK POLRES LOBAR)
LOKASI KEJADIAN: Dua perempuan nekat melompat ke sungai dari atas Jembatan Meninting, Kamis (16/4). (DOK POLRES LOBAR)

LombokPost - Warga di sekitar Jembatan Meninting, Kecamatan Batulayar, gempar. Dua wanita nekat melompat ke sungai, Kamis (16/4) sore. Aksi ini diduga kuat sebagai upaya percobaan bunuh diri.

Korban adalah kakak beradik asal Cimahi, Jawa Barat. Mereka berinisial ASR, 23 tahun dan SS, 21 tahun. Keduanya kini menetap di Desa Meninting.

Kapolsek Batulayar AKP I Putu Krisna Varananda membenarkan peristiwa tersebut. ”Pemicunya perselisihan keluarga,” terang Krisna, Jumat (17/4).

Baca Juga: Sarana Prasarana Baru Dipasang, Lampu Hias Jembatan Meninting di Lombok Barat Mati

Kejadian bermula sekitar pukul 14.30 Wita. Bertempat di kos-kosan Dusun Presak, kedua korban terlibat adu mulut hebat.

Usai bertengkar, SS pergi meninggalkan rumah menuju arah SPBU Meninting.

Kekasih SS berinisial MFS sempat membujuk korban pulang, namun gagal. MFS kemudian meminta bantuan sang kakak, ASR. Namun saat dicari, SS sudah berada di atas Jembatan Meninting sisi selatan.

 Baca Juga: Perbaikan Jembatan Meninting Belum Jelas, Kini Malah Jadi Tempat Sampah

Ketegangan memuncak saat SS tiba-tiba melompat ke sungai.

Melihat adiknya terjun, ASR panik. Secara spontan, sang kakak ikut melompat untuk menyusul adiknya.

Beruntung warga sigap. Keduanya berhasil diselamatkan dari arus sungai.

Baca Juga: Tegakkan Perda, Satpol PP NTB Tertibkan Bus Wisata Tanpa Guide Lokal di Meninting

Polisi segera tiba di lokasi untuk pengamanan dan mengatur lalu lintas yang sempat tersendat.

Sekitar pukul 17.30 Wita, kedua korban dievakuasi ke Puskesmas Meninting menggunakan pikap. Secara fisik, hanya ada luka lecet akibat benturan material sungai. Tidak ada patah tulang.

Namun, kondisi mental SS memprihatinkan. Ia terus berteriak dan trauma hebat. ”Tim medis merekomendasikan rujukan ke RSJ Mutiara Sukma,” jelas kapolsek.

Saat ini keduanya masih dalam pendampingan kepolisian di Puskesmas Meninting. Polisi masih menunggu keputusan pihak keluarga dari Jawa Barat. (ton/r8)

Editor : Redaksi
#gagal #sungai #korban #jembatan #Meninting